Bikin Geleng-Geleng, Pesan WA Hebohkan Pati: Sudewo Disebut Kumpulkan 800 Perangkat Desa, Per Orang Ditarik Segini!

DEMOCRAZY.ID – Pesan WA Hebohkan Pati: Sudewo Disebut Kumpulkan 800 Perangkat Desa untuk “Setoran”

Isu operasi tangkap tangan (OTT) yang dikaitkan dengan Bupati Pati Sudewo kian bergulir liar di ruang publik.

Sejak Senin (19/1) malam, jagat percakapan warga Pati dipenuhi pesan berantai WhatsApp yang menyebar cepat dari satu grup ke grup lain.

Narasi ini kemudian dikaitkan dengan dugaan jual beli jabatan serta pengondisian struktur pemerintahan desa.

Dalam pesan yang sama, turut disertakan alasan mengapa pemeriksaan tidak dilakukan di wilayah Pati.

“KPK mempertimbangkan potensi rusuh jika diperiksa di Polresta Pati, makanya dibawa ke Kudus,” tulis lanjutan pesan tersebut.

Seluruh informasi dalam pesan WhatsApp ini masih bersifat mentah dan belum dikonfirmasi secara resmi.

Namun, isinya selaras dengan bisik-bisik yang beredar di kalangan internal birokrasi dan elit politik lokal: bahwa tengah ditangani perkara besar yang menyentuh jantung pemerintahan desa.

Sampai saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai lokasi OTT, konstruksi perkara, maupun siapa saja pihak yang diamankan.

Juru bicara KPK sebelumnya hanya menyampaikan bahwa lembaga antirasuah akan memberikan pembaruan setelah proses awal penanganan perkara rampung.

Di tengah kekosongan informasi resmi itu, publik Pati menanti kejelasan.

Isi pesan itu memuat narasi mengejutkan. OTT disebut berlangsung di lingkungan Pendapa Kabupaten Pati.

Dalam cerita yang beredar, Sudewo dikabarkan lebih dulu menggelar pertemuan tertutup dengan ratusan perangkat desa.

Angkanya tak main-main. Pesan tersebut menyebut sekitar 800 perangkat desa dikumpulkan dalam forum itu.

Di situlah muncul dugaan praktik “setoran” massal dengan nilai yang disebut melampaui Rp100 juta per orang.

“OTT tadi malam di Pendopo Pati. Sudewo dikabarkan kumpulkan 800-an perangkat desa untuk ‘setoran’. Setoran bervariasi, tapi di atas 100 juta per orang,” bunyi salah satu kutipan pesan yang kini beredar luas.

Benarkah terjadi praktik setoran massal? Apakah benar ada pengondisian jabatan hingga ratusan perangkat desa terseret?

Dan sejauh mana peran para pihak dalam perkara yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di Bumi Mina Tani tersebut?

Semua kini menunggu jawaban dari KPK.

Sumber: JawaPos

Artikel terkait lainnya