DEMOCRAZY.ID – Posisi Menteri Keuangan (Menkeu) selalu menjadi sorotan. Jabatan ini dinilai harus diisi orang paling kompeten di bidang ekonomi sebab berkaitan dengan perekonomian negara.
Sejak era Reformasi atau mulai tahun 2001, tercatat ada sembilan tokoh yang pernah menduduki kursi Menteri Keuangan.
Salah satunya adalah Sri Mulyani Indrawati, yang mencatat sejarah sebagai Menteri Keuangan perempuan pertama di Indonesia.
Ada juga Rizal Ramli, Jusuf Anwar, Chatib Basri, hingga saat ini posisi Menteri Keuangan diisi oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Lantas, siapa saja Menteri Keuangan terkaya sejak era Rizal Ramli hingga Purbaya Yudhi Sadewa?
Urutan Menteri Keuangan Indonesia Paling Kaya
Sri Mulyani merupakan Menteri Keuangan dengan jabatan terlama. Ia bertugas pada periode 2005-2010 dan 2016-2024.
Selain itu, Sri Mulyani juga menjadi Menteri Keuangan dengan kekayaan paling banyak saat menjabat.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 28 September 2006, kekayaan Sri Mulyani mencapai Rp7.635.757.861 (Rp7,6 miliar).
Hartanya bertambah seiring jenjang kariernya yang meroket. Saat kembali menjadi Menkeu pada 2016 di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, kekayaannya sebesar Rp45.022.727.148 (Rp45 miliar).
Sementara itu, pada akhir jabatannya pada 2024, kekayaan Sri Mulyani menembus Rp92.854.709.883 (Rp92 miliar).
Purbaya Yudhi Sadewa dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Berdasarkan LHKPN pada 11 Maret 2025, Purbaya memiliki harta kekayaan sebesar Rp39.210.000.000 (Rp39,2 miliar).
Kebanyakan hartanya berasal dari tiga tanah dan bangunan senilai total Rp30.500.000.000 (Rp30,5 miliar).
Selain itu, Purbaya juga memiliki enam alat transportasi dan mesin (Rp3,6 miliar), harta bergerak (Rp684 juta), surat berharga (Rp220 juta), serta kas dan setara kas (Rp4,2 miliar).
Agus Martowardojo menjadi Menteri Keuangan periode 2010-2013 era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia diketahui memiliki kekayaan sebanyak Rp87 miliar pada awal 2012. Kekayaannya meningkat drastis dalam empat tahun.
Pada 2008, Agus melaporkan jumlah kekayaannya sebanyak Rp32,4 miliar.
Hatta Rajasa pernah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Keuangan pada Mei-April 2013.
Ia mengisi posisi Agus Martowardojo yang diangkat sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Saat itu, Hatta Rajasa juga berperan sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia.
Adapun harta kekayaan Hatta Rajasa kala itu mencapai Rp16.955.662.087 (Rp16,9 miliar).
Kebanyakan berupa tanah dan bangunan senilai Rp13.858.506.500 (Rp13,8 miliar).
Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menjadi dipercaya sebagai Menteri Keuangan pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni 2014-2016.
Berdasarkan LHKPN pada 11 November 2014, Bambang Brodjonegoro memiliki kekayaan bersih sebanyak Rp13.795.573.802 (Rp13,7 miliar).
Setelah tak lagi menjadi Menkeu, Bambang sempat bekerja sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, hingga Komisaris Utama PT Telkom.
Bambang kini berstatus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional untuk Prabowo Subianto. Total kekayaannya kini nyaris menyentuh Rp100 miliar.
Muhamad Chatib Basri menduduki posisi Menteri Keuangan pada akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yakni 21 Mei 2013 sampai 20 Oktober 2014.
Berdasarkan LHKPN pada 1 November 2013, harta kekayaan Chatib Basri sebanyak Rp11.565.735.476 (Rp11,5 miliar).
Menariknya, Chatib Basri saat itu hanya tercatat memiliki satu tanah dan bangunan di Melbourne, Australia, seharga Rp2.292.731.638 (Rp2,9 miliar).
Sebelum menjadi Wakil Presiden ke-11 Indonesia, Boediono sempat menjabat Menteri Keuangan pada 2001-2004.
Dari LHKPN yang dilaporkan Boediono pada 22 Oktober 2001, kekayaannya kala itu mencapai Rp11.059.616.301 (Rp11,059 miliar).
Harta Boediono kala itu kebanyakan berupa giro dan setara kas dengan total Rp8.259.388.301 (Rp8,2 miliar).
Rizal Ramli merupakan Menteri Keuangan Indonesia pada 2001. Ia diangkat oleh Presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid, menggantikan Prijadi Praptosuhardjo.
Saat menjabat, Rizal Ramli tercatat memiliki kekayaan Rp8.509.361.000 (Rp8,5 miliar). Hartanya kala itu kebanyakan berasal dari tanah dan bangunan serta surat berharga.
Rizal saat itu memiliki 9 tanah dan bangunan seharga Rp3,7 miliar dan total nilai surat berharganya mencapai Rp3 miliar.
Jusuf Anwar merupakan Menteri Keuangan pertama Kabinet Indonesia Bersatu era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Namun, masa jabatan Jusuf Anwar hanya setahun yaitu dari 21 Oktober 2004 sampai 7 Desember 2005.
Berdasarkan LHKPN pada 29 Oktober 2004, Jusuf Anwar memiliki kekayaan Rp3.297.800.000 (Rp3,2 miliar).
Hartanya mencakup 6 tanah dan bangunan (Rp2,8 miliar), 2 alat transportasi dan mesin (Rp200 juta), dan giro dan setara kas lainnya senilai Rp210 juta.
Sumber: Inilah