Selain Banjir Sumatera, Inilah 10 Banjir Terbesar dan ‘Paling Mengerikan’ Dalam Sejarah Indonesia

DEMOCRAZY.ID – Banjir kerap melanda berbagai wilayah di Indonesia. Jakarta dan sekitarnya mungkin paling sering disorot, apalagi ketika musim hujan tiba.

Di Jakarta, banjir tak selalu disebabkan hujan deras, tetapi kiriman air dari daerah penyangga seperti Bogor.

Meski begitu, banyak wilayah lain di Indonesia yang juga mengalami banjir dengan dampak tak kalah besar.

Beberapa di antaranya bahkan tercatat sebagai banjir terbesar dan paling parah di Indonesia.

Bencana Banjir Terbesar dan Paling Parah yang Pernah Melanda Indonesia

1. Banjir Jambi (1955)

Banjir pernah melanda Jambi beberapa kali, tapi yang terbesar terjadi pada akhir Januari sampai Februari tahun 1955.

Bencana itu disampaikan lewat surat kabar Overijels Dagblad dan Shamsu Bahroen, delegasi Dewan Eksekutif Batanghari di Sumatra Tengah.

Hujan turun 10 hari berturut-turut dari 28 Januari yang membuat ketinggian air Sungai Muara Tembesi mencapai empat meter.

Banjir membuat 80 persen rumah di Jambi terendam, ribuan orang mengungsi, hingga merusak 42.000 hektare sawah dan padi yang nyaris masak.

2. Banjir Bahorok (2003)

Jauh sebelum 2025, Sumatera Utara juga pernah dilanda banjir bandang. Bencana itu terjadi di Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, pada 2 November 2003.

Banjir akibat luapan air di Sungai Bahorok itu menyebabkan 157 orang meninggal dunia, termasuk enam turis mancanegara.

Selain itu, 82 orang dinyatakan hilang. Faktor utama bencana itu adalah kerusakan hutan di daerah hulu akibat penebangan liar, sehingga menyebabkan daya serap tanah menurun.

3. Banjir Jakarta (2007)

Jakarta tak lepas dari bencana banjir sejak dulu. Hujan deras satu jam saja bisa membuat sejumlah titik kebanjiran.

Namun, banjir terparah di ibu kota terjadi pada awal Februari 2007 setelah hujan lebat pada 1 Februari sore hingga keesokan harinya.

Sistem drainase yang buruk juga memperparah kondisi. Sebanyak 13 sungai yang melintasi Jakarta meluap dan merendam sekitar 60 persen DKI Jakarta dengan ketinggian air hampir lima meter.

Sebanyak 80 orang dilaporkan meninggal dunia karena terseret arus, tersengat listrik, dan sakit. Perputaran ekonomi di Jakarta pun mengalami kerugian hingga Rp 4,3 triliun.

4. Banjir Wasior (2010)

Wilayah Wasior yang berada di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dilanda banjir bandang pada 4 Oktober 2010.

Hujan deras dan hutan yang gundul menjadi penyebabnya. Luapan Sungai Batang Salai merusak hampir seluruh infrastruktur di Wasior.

Sebanyak 158 orang meninggal dunia dan 145 lainnya saat itu dinyatakan hilang.

5. Banjir Tangse (2011)

Banjir juga pernah melanda Aceh pada Maret 2011 karena hujan deras selama empat hari berturut-turut.

Selain hujan deras, penebangan pohon liar juga menjadi sumber utama bencana di Tangse saat itu. Sejumlah batang pohon besar terbawa arus dan menghantam rumah penduduk.

Bencana itu menyebabkan 24 orang tewas, 102 rumah warga hancur, mengalami rusak berat, dan ringan.

6. Banjir Mandailing Natal (2018)

Banjir dan longsor melanda sembilan kecamatan di Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Oktober 2018.

Sembilan kecamatan itu adalah Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyabungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan, dan Batang Natal.

Sebanyak 20 orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk 12 siswa madrasah yang sedang belajar saat peristiwa terjadi.

7. Banjir Flores Timur (2021)

Banjir dan longsor di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 4 April 2021 menewaskan 68 orang. Itu merupakan banjir terbesar yang melanda NTT dalam satu dekade terakhir.

Sebanyak 68 korban jiwa di antaranya 44 warga Kabupaten Flores Timur, 11 orang Kabupaten Lembata, dua dari Kabupaten Ende, dan 11 lainnya warga Kabupaten Alor.

Selain itu, 15 orang luka-luka dan 70 orang saat itu dinyatakan hilang. Kerugiannya meliputi 25 rumah rusak, 114 rumah rusak sedang, 17 rumah terendam, dan 743 rumah terdampak.

Sekitar 40 titik jalan juga tertutup pohon tumbang, lima jembatan putus, satu unit fasilitas umum terdampak, dan satu unit kapal tenggelam.

8. Banjir Sintang (2021)

Banjir di Sintang, Kalimantan Barat, terjadi pada November 2021. Peristiwa itu merupakan yang terlama dan terbesar sejak tahun 1963 di wilayah tersebut.

Bencana ini dipengaruhi hujan deras sejak 11-15 November 2021. Akibatnya, banjir melanda 12 kecamatan selama lebih dari tiga pekan.

Saat puncak banjir, terdapat 17.496 kepala keluarga yang mengungsi. Banjir juga menyebabkan 77 gardu listrik rusak, 88 rumah ibadah, sembilan kantor, dan sebuah rumah sakit terendam.

9. Banjir Manado (2022)

Hujan lebat mengguyur wilayah Manado dan sekitarnya pada 3 Maret 2022 yang mengakibatkan banjir.

Salah satu wilayah terparah adalah Kelurahan Ternate Tanjung dan Kelurahan Karame, Kecamatan Singkil. Sebanyak 319 rumah terendam dan 2.404 orang mengungsi.

10. Banjir Malinau (2023)

Banjir besar melanda enam kecamatan di Malinau, Kalimantan Utara, pada 22 September 2023.

Bencana itu disebabkan hujan deras yang membuat air sungai di Malinau meluap.

Wakil Gubernur Kalimantan Utara saat itu, Yansen TP, mengungkapkan bahwa banjir itu yang terparah sejak 1997.

Hampir semua jalan di Malinau terendam banjir dan beberapa ketinggian airnya mencapai leher orang dewasa.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya