VIRAL! Eks Direktur BAIS Bongkar ‘Dosa’ Dapur Intelijen: Hanya Pemberi Bisikan, Presiden Bebas Mainkan Data Sesuka Hati?

DEMOCRAZY.ID – Intelijen negara memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan dengan menyediakan informasi strategis bagi para pemimpin.

Namun, keputusan atas informasi tersebut sepenuhnya tetap berada di tangan pimpinan negara.

Mantan Direktur E BAIS TNI, Brigjen (Purn) Purnomo, memaparkan bagaimana mekanisme komunikasi serta relasi antara intelijen dengan pemerintah berjalan dalam praktiknya.

Secara umum, intelijen bertugas memberikan masukan kepada pimpinan, baik dari BAIS kepada Panglima TNI maupun dari Badan Intelijen Negara kepada Presiden.

Selain itu, intelijen juga berfungsi menyampaikan peringatan apabila terdapat potensi ancaman beserta dampak yang mungkin ditimbulkan dari suatu peristiwa.

“Informasi yang kita berikan mau diterima atau tidak, itu hak prerogatif pimpinan,” ujar Purnomo dalam podcast Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (12/5/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa intelijen turut memantau dan mengumpulkan data mengenai tokoh-tokoh yang mulai masuk ke lingkar kekuasaan atau tengah naik daun di masyarakat.

Informasi tersebut, termasuk riwayat dan biografi tokoh, kemudian dihimpun untuk disampaikan kepada pimpinan.

“Seni kepemimpinan setiap orang tidak sama. Ada yang suka menerima. Ada yang… sudah lah, enggak usah!” katanya menggambarkan beragam respons pemimpin terhadap informasi intelijen.

Purnomo menegaskan bahwa tindak lanjut dari informasi yang disampaikan intelijen sepenuhnya bergantung pada keputusan pimpinan.

Intelijen, kata dia, tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan atas data dan informasi yang telah dikumpulkan.

[VIDEO]

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya