DEMOCRAZY.ID – Publik kembali digemparkan dengan perkembangan terbaru kasus dugaan penyebaran berita bohong yang menyeret nama besar mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK).
Fokus penyelidikan kini mengerucut pada satu titik panas: tudingan adanya aliran dana fantastis sebesar Rp5 miliar.
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri dikabarkan mulai melakukan pembedahan mendalam terhadap narasi yang dilontarkan oleh pakar digital forensik, Rismon Sianipar.
Pertanyaannya, seberapa kuat bukti yang dikantongi polisi hingga isu ini menjadi prioritas utama?
Kasus ini bukan sekadar debat digital biasa.
Laporan yang dilayangkan pihak Jusuf Kalla dipicu oleh pernyataan Rismon Sianipar yang menyebut adanya “dana gelap” untuk menggerakkan isu ijazah Presiden Joko Widodo.
Pihak JK dengan tegas menyatakan bahwa tuduhan tersebut adalah pembunuhan karakter yang terstruktur.
Bareskrim kini bergerak cepat melakukan validasi terhadap setiap ucapan yang beredar di ruang siber.
Kami sedang mengumpulkan semua bukti digital. Koordinasi dengan tim Siber Polri dilakukan untuk memastikan apakah ada jejak instruksi atau aliran narasi yang tidak sesuai fakta, termasuk soal isu dana tersebut, tegas pihak penyidik Bareskrim Polri.
Status Rismon Sianipar kini tengah dalam pantauan ketat.
Berikut adalah tiga langkah strategis yang sedang ditempuh Polri:
Sumber: Akurat