FPI MELEDAK! Rahasia Gelap Ditolaknya Dokter Gaza Masuk Indonesia Terbongkar: Mana Janji Manis Bela Palestina?

DEMOCRAZY.ID – Kuasa Hukum Front Persaudaraan Islam (FPI), Aziz Yanuar, menyoroti dugaan penghalangan terhadap dokter asal Gaza, Palestina, dr Basim Naim, untuk masuk ke Indonesia.

Ia menilai pemerintah harus serius menanggapi suara publik yang mempertanyakan kasus tersebut.

“Itu suara hati masyarakat cerdas,” ujar Aziz Yanuar saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).

Menurut Aziz, pemerintah harus mengakomodasi aspirasi masyarakat dan menunjukkan dukungan konkret terhadap perjuangan rakyat Palestina, bukan sekadar retorika.

“Pemerintah harus serius tanggapi dan akomodir suara masyarakat tersebut. Dan pemerintah harusnya konsisten atas dukungan terhadap Palestina yang konkret, bukan omon-omon,” ucapnya.

Aziz bahkan menilai penolakan terhadap tokoh perjuangan Palestina menjadi kontradiktif dengan sikap resmi Indonesia yang selama ini mendukung kemerdekaan Palestina.

“Penolakan tokoh perjuangan Palestina ke Indonesia adalah bentuk konkret omon-omon dukungan perjuangan terhadap Palestina,” katanya.

Ia juga menduga Presiden Prabowo Subianto kemungkinan tidak mengetahui persoalan tersebut dan justru “dikerjain” oleh pihak tertentu di internal pemerintahan.

“Kami yakin Presiden mungkin ‘dikerjain’ sama anak buahnya untuk akhirnya terjebak dalam isu ini,” ujar Aziz.

Karena itu, ia meminta Presiden Prabowo menindak tegas pihak-pihak yang dianggap kontraproduktif terhadap dukungan Indonesia kepada Palestina.

“Presiden wajib menindak tegas anak buahnya yang kontraproduktif dalam dukungan perjuangan Palestina. Hukum berat penyusup zionis dalam pemerintahan H Prabowo Subianto. Kami dukung Presiden hukum berat penyusup zionis tersebut,” katanya.

Sebelumnya, akun Instagram media Palestina resmi dari FPI yakni Gaza Update Indonesia meunggah dugaan penghalangan terhadap seorang dokter asal Gaza, Palestina, bernama dr Basim Naim untuk masuk ke Indonesia.

Dalam unggahan yang viral di media sosial, akun tersebut meminta pemerintah memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut.

Dalam unggahan itu, Gaza Update Indonesia tetap mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang memberikan fasilitas pendidikan bagi anak-anak Palestina untuk kuliah di Indonesia.

“Kita harus fair, kita mengapresiasi Presiden Prabowo yang memberikan fasilitas anak-anak Palestina kuliah di Indonesia. Itu tindakan luar biasa dan itu bukti tidak ada yang dihalangi,” tulis akun tersebut dikutip pada Kamis (7/5/2026).

Namun, mereka menilai kasus yang terjadi terhadap dr Basim Naim berbeda karena sosok yang diduga dihalangi masuk disebut sebagai “pejuang Gaza”.

“Yang dihalangi adalah orang pejuang Gaza, dr Basim Naim. Kita tahu Palestina dibagi 2 : Gaza dan Tepi Barat(dipegang Abbas). Jadi kesimpulannya, Warga Palestina tidak dihalangi Indonesia, justru welcome. Tapi kenapa yang ini dihalangi? Dr Basim Naim, itu yang kami pertanyakan dan meminta penjelasan,” lanjut pernyataan itu.

Akun tersebut juga mengunggah surat edaran yang sempat viral terkait penolakan warga Palestina masuk Indonesia.

Menurut mereka, informasi itu telah dibantah Menteri Imigrasi dan disebut sebagai kabar lama dari 2025.

Meski demikian, Gaza Update Indonesia mengaku memperoleh informasi terbaru bahwa penghalangan terhadap dr Basim Naim diduga terjadi karena yang bersangkutan dianggap sebagai bagian dari pejuang Gaza.

“Namun yang terbaru ini dihalangi, berdasarkan sumber langsung IB Ha ER S, sebab dihalangi karena yang datang Dr Basim Naim dianggap sebagai orang pejuang Kangmas, inilah yang terbaru dan ingin segera kami perlukan penyelesaian,” tulisnya.

“Sangat jelas, dalam channel IB TV. iB Ha ER S mengatakan tamu itu Dr Basim Naim dihalangi ! dari Malaysia mau ke Indonesia dihalangi ! Alasannya karena orang- orang Kangmas,” tulis akun tersebut dalam unggahan foto lainnya.

Hingga saat ini, Gaza Update belum menemukan bantahan oleh pihak Imigrasi, atau pihak wewenang lainnya terkait kasus tersebut.

“Dan ini pasti kami usut. Bukan hanya oleh ef PE i (FPI, red), namun oleh Gaza Update, dan oleh Netizen seluruh Indonesia,” katanya.

Gaza Update mencoba prasangka baik bahwa Presiden Prabowo tidak tahu kabar ini. Karena itu, kabar ini harus sampai ke Presiden.

“Yang ingin kami ketahui adalah: Apa presiden tahu hal ini ? Atau tidak tahu? Apa presiden yang halangi, atau ada oknum kurang ajar yang halangi, jika benar oknum, kami meminta segera dipublish nama dan orangnya, serta pecat!,” tulis unggahan akun tersebut.

👇👇

Sumber: Republika

Artikel terkait lainnya