Tanpa Pengalaman Sejenis tapi Jadi Komisaris Pertamina Retail di Usia 28 Tahun, Siapa Sebenarnya Sosok Ginka Febriyanti Br Ginting?

DEMOCRAZY.ID – Nama Ginka Febriyanti Br Ginting menjadi buah bibir.

Ia ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail di usianya yang masih 28 tahun.

Penunjukan Ginka sebagai komisaris terlihat dari laman resmi Pertamina Retail.

Dalam susunan komisaris, ia tercatat mendampingi Komisaris Utama Lia Itok Garbianto dan Komisaris Devi Taurisa.

Statusnya sebagai komisaris juga terkonfirmasi melalui video yang tersebar di media sosial.

Dalam video tersebut, Ginka mengaku dirinya merupakan Komisaris Pertamina Retail.

“Saya Ginka Febriyanti Ginting, merupakan alumni SMA Katolik 1 Kabanjahe, yang saat ini dipercaya sebagai komisaris di PT Pertamina Retail,” kata Ginka dalam video tersebut.

Dalam video itu, Ginka juga mengajak publik untuk bersekolah di almamaternya.

“Ingin mengajak adik-adik yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA untuk bersekolah di SMA Katolik 1 Kabanjahe,” ujar Ginka.

Siapa Ginka?

Ginka Febriyanti Br Ginting lahir di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada 1 Februari 1998.

Ia menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Esa Unggul.

Di kampus tersebut, Ginka meraih gelar Sarjana Akuntansi pada 2019.

Empat tahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di universitas yang sama.

Selama menjadi mahasiswa, Ginka diketahui aktif dalam berbagai kegiatan organisasi.

Aktivitas tersebut menjadi salah satu awal kiprahnya di ruang publik.

Nihil Pengalaman di Bidang Serupa

Namanya dikenal sebagai bagian dari organisasi relawan.

Ia disebut pernah menjabat sebagai Koordinator Nasional Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (BISON) Indonesia.

BISON Indonesia merupakan kelompok relawan yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Keterlibatan Ginka di organisasi tersebut ikut menjadi sorotan setelah pengangkatannya sebagai komisaris.

Apalagi, ia dinilai belum memiliki pengalaman mengelola perusahaan di sektor energi.

Ginka juga sempat ramai diperbincangkan pada 2024.

Saat itu, namanya dikaitkan dengan isu dugaan mobilisasi massa demonstrasi yang beredar di media sosial.

Setelah diangkat sebagai komisaris, isu lama tersebut kembali mencuat.

Perbincangan di media sosial pun semakin ramai membahas rekam jejaknya.

PT Pertamina Retail sendiri merupakan anak usaha Pertamina Patra Niaga.

Perusahaan ini bergerak di bidang pengelolaan jaringan SPBU, Bright Store, layanan nonbahan bakar, serta berbagai bisnis ritel energi lainnya.

Dengan posisi barunya, Ginka akan menjadi bagian dari dewan komisaris yang bertugas mengawasi jalannya perusahaan.

Peran tersebut mencakup memastikan tata kelola perusahaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga kini, PT Pertamina Retail belum memberikan penjelasan rinci mengenai alasan pemilihan Ginka sebagai komisaris.

Kementerian BUMN juga belum memberikan keterangan terkait hal tersebut.

Dalam struktur perusahaan, komisaris memiliki tugas utama melakukan pengawasan terhadap jalannya perusahaan.

Komisaris juga memberikan nasihat kepada direksi dalam menjalankan pengelolaan perusahaan.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya