

DEMOCRAZY.ID – Dinamika hubungan politik Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian.
Di tengah berbagai spekulasi mengenai relasi keduanya, Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menilai Gibran berpeluang membangun diferensiasi politik apabila mampu menangkap aspirasi masyarakat yang tidak puas terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.
Menurut Saidiman, ruang gerak Gibran sebagai wakil presiden memang tidak terlalu luas.
Meski begitu, situasi politik dan sosial-ekonomi dapat membuka peluang bagi putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu untuk tampil sebagai figur dengan identitas politik yang lebih kuat.
“Namun di tengah persoalan sosial ekonomi akibat sejumlah kebijakan presiden, tidak menutup kemungkinan Gibran muncul sebagai figur potensial. Apalagi jika semakin terlihat perbedaan jalan antara presiden dan wapres,” ungkap Saidiman saat dihubungi di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Ia mengatakan peluang tersebut akan semakin besar apabila Gibran lebih aktif turun ke masyarakat.
Namun, menurutnya, yang terpenting bukan sekadar intensitas blusukan, melainkan kemampuan Gibran menghadirkan diri sebagai saluran aspirasi kelompok masyarakat yang kecewa terhadap kebijakan pemerintah.
“Ya, perlu lebih banyak turun. Namun yang lebih penting adalah kalau dia berhasil muncul sebagai figur yang menampung aspirasi dari kelompok warga yang kecewa dengan Prabowo. Ini bisa menjadi diferensiasi dia bagi tokoh-tokoh lain yang umumnya di bawah kendali politik Prabowo,” tuturnya.
Pernyataan itu muncul di tengah menguatnya pembahasan mengenai arah politik Gibran menuju Pilpres 2029.
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengaku telah menginstruksikan relawannya untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode.
“Ya memang sejak awal saya perintahkan seperti itu, untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dua periode,” kata Jokowi di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026).
Sementara itu, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai konsolidasi relawan saat ini masih diarahkan agar Gibran kembali maju sebagai calon wakil presiden bersama Prabowo pada Pilpres 2029.
“Target awalnya agar Gibran minimal bisa menjadi calon wakil presiden untuk yang kedua kalinya bersama dengan Prabowo Subianto,” ujar Adi melalui kanal YouTube pribadinya, Jumat (3/7/2026).
Namun, Adi melihat wacana duet Prabowo-Gibran dua periode belum memperoleh respons berarti dari partai-partai politik pendukung pemerintah.
“Meski kita tahu bahwa proposal politik duet Prabowo-Gibran terkesan anyep. Tidak ada yang memberi respons secara signifikan. Partai politik di kubu pemerintah hari ini tidak ada yang merespons,” ucap dia.
Menurut Adi, kondisi tersebut membuat publik mulai menafsirkan konsolidasi relawan sebagai langkah menjaga peluang politik Gibran apabila konfigurasi Pilpres 2029 berubah.
“Kalau Gibran tidak jadi calon presiden ataupun calon wakil presiden di 2029, apakah relawan Gibran akan terus eksis? Rasanya tidak. Dalam konteks itulah yang dibaca oleh publik, kenapa relawan melakukan konsolidasi,” pungkasnya.
Sumber: Inilah