Sekolah Rasa Akademi Militer! 1.000 Taruna Kemhan Siap ‘Turun Gunung’ Gembleng Mental Siswa, Mau Dididik Jadi Tentara?

DEMOCRAZY.ID – Kementerian Pertahanan akan menugaskan lima taruna di setiap Sekolah Rakyat untuk mendukung pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kerapian siswa.

Para taruna dijadwalkan mulai bertugas pada awal Agustus 2026, setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat dimulai pada 14 Juli 2026.

Rencana tersebut disampaikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat Rapat Dinas Persiapan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.

Agus Jabo mengatakan, penugasan taruna merupakan tindak lanjut hasil koordinasi lintas kementerian di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Sebagai tindak lanjut, kata dia, Kementerian Pertahanan akan mendukung program pembinaan karakter melalui penugasan taruna di lingkungan Sekolah Rakyat.

“Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat. Karena itu, Kementerian Pertahanan akan membantu melalui penugasan taruna untuk mendukung pembinaan kedisiplinan dan kerapian siswa,” ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Sebanyak lima taruna akan ditempatkan di setiap Sekolah Rakyat.

Sekitar 1.000 taruna dijadwalkan mulai diberangkatkan pada awal Agustus 2026 dan bertugas selama kurang lebih satu minggu di sekolah-sekolah tersebut.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Agus Jabo memimpin Rapat Dinas Persiapan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.

Rapat memfokuskan pembahasan pada kesiapan pelaksanaan MPLS yang akan dimulai serentak pada 14 Juli 2026.

Pembahasan mencakup kesiapan sarana dan prasarana, kesiapan siswa, kesiapan guru dan tenaga kependidikan, kesiapan pelaksanaan MPLS, hingga dukungan anggaran penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menegaskan seluruh satuan kerja harus memastikan setiap kebutuhan dasar Sekolah Rakyat terpenuhi sebelum MPLS dimulai.

“Kita ingin memastikan tidak ada keterlambatan. Semua harus dipetakan sejak sekarang, mulai dari pembangunan, pengadaan, distribusi perlengkapan sekolah, sampai kebutuhan yang masih kurang. Kalau ada potensi masalah, laporkan lebih awal supaya bisa kita bantu selesaikan,” kata Gus Ipul.

Terkait pelaksanaan MPLS, Gus Ipul meminta seluruh Sekolah Rakyat menyiapkan kegiatan yang edukatif, ramah anak, dan bebas dari praktik kekerasan maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kontroversi.

“Tujuan MPLS adalah mengenalkan lingkungan sekolah dan membangun semangat belajar. Jangan ada kekerasan fisik maupun kegiatan yang memberatkan siswa. Banyak anak yang datang dengan latar belakang kerentanan, sehingga pendekatannya harus humanis dan menyenangkan,” katanya.

Melalui pematangan berbagai aspek tersebut, Kementerian Sosial menargetkan seluruh Sekolah Rakyat siap menyelenggarakan MPLS pada 14 Juli 2026 dan memberikan pengalaman awal yang aman, nyaman, serta berkesan bagi para siswa yang akan memulai perjalanan pendidikan.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya