DEMOCRAZY.ID — Dinamika hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan tajam para pengamat politik.
Pengamat politik senior Rocky Gerung menilai bahwa ketegangan yang mulai terendus di antara kedua tokoh tersebut berakar pada satu persoalan klasik: urusan utang-piutang politik.
Dalam pandangannya, Rocky berpendapat bahwa gesekan atau ketegangan relasi kekuasaan yang terjadi saat ini merupakan hal yang positif bagi kewarasan iklim demokrasi.
Ia menduga di balik layar istana, kedua kubu tengah berproses saling menagih komitmen, baik dalam bentuk utang budi, kontribusi materi, maupun beban psikologis masa lalu.
“Bagus dong. Kan tetap orang ingin lihat ketegangan itu artinya di belakang layar ada tagih-menagih utang. Utang apa ya? Utang budi, utang uang, utang material, utang psikologi segala macam. Kan sumber ketegangan cuma itu tuh,” ujar Rocky dalam kanal YouTube Total Politik, dikutip Rabu (12/8/2026).
Ia bahkan menantikan momen di mana rincian “transaksi” politik di antara kedua belah pihak tersebut dapat terbuka secara transparan ke ruang publik agar masyarakat mengetahui duduk perkara yang sesungguhnya.
“Ya udah bagus aja kan supaya satu waktu orang nunggu dibuka dong. Emang utang piutangnya apa?” imbuhnya.
Hubungan politik antara Prabowo dan Jokowi akhir-akhir ini memang santer dikabarkan mengalami kerenggangan, kendati belum pecah secara terbuka.
Sejumlah indikator memperlihatkan adanya pergeseran relasi kuasa di lingkaran pemerintahan saat ini, di antaranya: