Kritik Pengamat: Statusnya Sudah Pensiun, Tapi Sikap Jokowi Masih Menunjukkan Ambisi Berkuasa!

DEMOCRAZY.ID – Tur politik perdana Joko Widodo setelah lengser dari kursi presiden menunjukkan bahwa ia mulai menyiapkan pijakan menuju Pemilihan Umum 2029 dengan memperkuat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus mengamankan masa depan politik keluarganya, ujar para analis kepada CNA.

Tiga anggota keluarga Jokowi kini menempati posisi penting di pemerintahan maupun dunia politik. Putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, menjabat Wakil Presiden Indonesia; putra bungsunya, Kaesang Pangarep, memimpin PSI sebagai ketua umum; sementara menantunya, Bobby Nasution, menjabat Gubernur Sumatera Utara.

Kunjungan Jokowi selama tiga hari ke Lampung pada 26-28 Juni – di mana ia terlihat mengenakan atribut PSI dan menyerukan mendukung partai tersebut – memunculkan pertanyaan soal ambisi politiknya.

Lampung adalah pemberhentian pertama dari safari politik Jokowi ke berbagai daerah. Menurut analis politik dari Universitas Indonesia, Aditya Perdana, rangkaian kunjungan itu bertujuan mendongkrak popularitas PSI, partai yang belum pernah berhasil memperoleh kursi di parlemen sejak dibentuk pada 2014.

“Jokowi sedang memosisikan dirinya untuk bertarung di bawah bendera PSI,” kata Aditya kepada CNA, seraya menambahkan bahwa kunjungan itu juga bertujuan memastikan Gibran dapat kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres mendatang.

Pemilu berikutnya baru akan digelar pada 2029, dengan masa kampanye diperkirakan dimulai pada tahun sebelumnya. Namun, Aditya menegaskan bahwa memulai konsolidasi politik sejak sekarang bukanlah langkah yang terlalu dini, sebab membangun dukungan publik membutuhkan waktu bertahun-tahun dan upaya yang berkelanjutan.

Meski demikian, para analis mempertanyakan apakah Jokowi masih memiliki pengaruh yang cukup besar untuk membantu membangun karier politik jangka panjang anggota keluarganya.

Selain itu, mereka menilai langkah-langkah politik Jokowi juga mengisyaratkan dukungannya agar Gibran kembali berpasangan dengan Prabowo untuk periode kedua, dan kunjungan ke Lampung juga menjadi ujian awal untuk mengukur respons publik.

MENJAGA POPULARITAS JOKOWI DEMI PSI

Kunjungan Jokowi ke Lampung bukan sekadar agenda rutin seorang mantan presiden, ujar para analis.

Direktur Eksekutif lembaga kajian Lingkar Madani yang berbasis di Jakarta, Ray Rangkuti, menilai, Jokowi berupaya mempertahankan pengaruh politiknya dengan membantu memastikan PSI bisa lolos ke parlemen. Dengan begitu, peluang politik keluarganya juga tetap terjaga.

“Peruntungan politik anak-anaknya masih sangat bergantung pada popularitas Jokowi,” ujarnya.

Menurut Ray, tingkat popularitas Gibran dan Kaesang yang mempengaruhi elektabilitas mereka akan jauh lebih rendah tanpa dukungan Jokowi.

Ia menambahkan, keterlibatan Jokowi menunjukkan keinginannya untuk tetap menjadi figur berpengaruh di panggung politik, alih-alih mundur dan menjalani peran sebagai negarawan yang telah pensiun, seperti yang pernah ia nyatakan.

Pandangan senada disampaikan peneliti politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati. Menurutnya, safari politik Jokowi ke Lampung juga merupakan upaya menunjukkan bahwa dirinya tetap relevan di kancah politik, meski telah berpisah dengan PDI Perjuangan (PDIP) menjelang Pemilu 2024.

Jokowi terpilih menjadi Presiden ketujuh Indonesia pada 2014 dengan dukungan PDIP, partai politik terbesar di Indonesia. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat itu menganggap Jokowi sebagai salah satu kader kuat partainya, dan keduanya kerap tampil bersama.

Namun, hubungan Jokowi dan Megawati retak pada Oktober 2023 setelah ia mengalihkan dukungannya kepada Gibran yang maju mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2024, alih-alih mendukung Ganjar Pranowo, calon presiden usungan PDIP.

Wasisto menilai Jokowi kini berupaya memanfaatkan rekam jejaknya selama satu dekade memimpin Indonesia, termasuk pembangunan infrastruktur dan berbagai program pemerintah, sebagai modal politik untuk mendongkrak dukungan terhadap PSI.

PSI didirikan pada 2014, bertepatan dengan tahun pertama masa jabatan Jokowi sebagai presiden. Partai itu kemudian mengikuti Pemilu 2019, tetapi gagal memperoleh kursi di DPR.

Kaesang bergabung dengan PSI pada September 2023, sekitar lima bulan menjelang Pemilu Presiden dan Legislatif Februari 2024. Saat itu ia baru berusia 28 tahun dan langsung ditunjuk sebagai ketua umum, meski tidak punya pengalaman di dunia politik.

Pada Pemilu Legislatif 2024, PSI meraih 2,8 persen suara nasional, masih di bawah ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Meski demikian, Kaesang kembali terpilih sebagai Ketua Umum PSI pada 2025.

Saat berkunjung ke Lampung, Jokowi menyatakan optimistis PSI mampu lolos ke parlemen pada Pemilu 2029.

“Kalau masuk Senayan (DPR) saya kira pasti (lolos),” kata Jokowi pada kunjungan di Lampung, 28 Juni.

“Tetapi target yang kita pasang jauh lebih besar dari itu …. Ini (partai) akan menjadi mesin yang besar dan mesin yang kuat.”

Terlepas dari berbagai pernyataan politik tersebut, hingga saat ini Jokowi bukan anggota PSI dan tidak memegang jabatan resmi apa pun di partai itu.

Namun, Aditya dari Universitas Indonesia menilai, hal itu hanya persoalan administratif. Menurutnya, yang lebih penting adalah kesamaan haluan politik antara Jokowi dan PSI, yang semakin terlihat setelah Kaesang menjabat sebagai ketua umum partai.

PRABOWO-GIBRAN DUA PERIODE

Para analis menilai kalkulasi politik Jokowi tidak hanya berkaitan dengan PSI, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan karier politik putra sulungnya, Gibran. Menjelang kunjungannya ke Lampung, Jokowi sempat mengajak kader PSI mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka agar kembali maju untuk periode kedua pada 2029.

Pasangan Prabowo-Gibran memenangi Pilpres 2024, sebagian besar ditopang oleh dukungan Jokowi yang memiliki tingkat popularitas tinggi selama menjabat presiden.

Prabowo, yang kalah dari Jokowi dalam Pilpres 2014 dan 2019, juga beberapa kali secara terbuka menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya.

Namun, para pengamat mengatakan kepada CNA bahwa meski Jokowi mungkin ingin Gibran maju sebagai calon presiden pada 2029, ia juga bersikap realistis terhadap peluang elektoral putra sulungnya itu saat ini.

Berdasarkan survei lembaga Poltracking pada Maret, tingkat elektabilitas Prabowo sebagai calon presiden untuk pemilu berikutnya mencapai 32,9 persen, tertinggi dibandingkan tokoh lainnya. Sementara itu, Gibran berada di peringkat keempat dengan elektabilitas hanya 4,2 persen.

Di posisi kedua terdapat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang juga merupakan kader Partai Gerindra, dengan elektabilitas 13,5 persen. Sementara mantan calon presiden pada Pilpres 2024, Anies Baswedan, berada di posisi ketiga dengan 9,2 persen.

Aditya menilai, kunjungan Jokowi ke Lampung juga menjadi sarana untuk kembali meningkatkan visibilitas politik Gibran. Pasalnya, sejauh ini putra sulung Jokowi itu dinilai belum banyak mendapat peran yang menonjol dalam pemerintahan Prabowo.

Menurut Aditya, ada indikasi kubu Prabowo tidak sepenuhnya nyaman dengan kembalinya aktivitas politik Jokowi. Hal itu, katanya, tercermin dari pernyataan-pernyataan singkat di ruang publik yang terkesan hanya disampaikan sebagai bentuk penghormatan kepada mantan presiden tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga menjabat Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sempat dimintai tanggapan oleh wartawan mengenai safari politik Jokowi.

“Ya kami menyampaikan selamat, ya, karena artinya beliau sudah sehat kembali ya, sudah fit. Karena sebelumnya, kan, sempat agak kurang fit ya,” kata Prasetyo kepada wartawan pada 26 Juni.

“Sebagai tokoh dan negarawan, ya, saya kira, ya, enggak ada masalah juga.”

Sementara itu, Ray dari Lingkar Madani menegaskan bahwa kubu Prabowo memiliki alasan paling kuat untuk mencermati perkembangan politik tersebut.

Menurutnya, Jokowi mungkin sedang menyiapkan sejumlah skenario politik bagi Gibran menjelang 2029, termasuk kemungkinan wakil presiden itu pada akhirnya akan maju mendampingi calon presiden lain apabila Prabowo memilih pasangan yang berbeda.

Langkah Gibran menemui mahasiswa yang berunjuk rasa untuk mendengarkan tuntutan mereka di tengah kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi juga dianggap sebagai upaya meraih dukungan publik.

Namun, Wasisto dari BRIN mengingatkan agar tidak menarik kesimpulan terlalu jauh dari dinamika politik yang sedang berlangsung saat ini.

Menurut Wasisto, meski Jokowi telah menyatakan dukungannya agar Prabowo dan Gibran kembali berpasangan untuk periode kedua, tidak ada jaminan keduanya akan tetap maju dalam satu paket pada Pilpres 2029. Pasalnya, peta politik Indonesia bisa berubah secara signifikan dalam satu masa pemerintahan.

“Tidak ada jaminan 100 persen karena kontestasi Pilpres 2029 bisa berubah secara drastis dibandingkan dengan proyeksi saat ini,” ujar Wasisto.

Langkah-langkah politik terbaru Jokowi juga dinilai mengindikasikan keinginannya membangun dinasti politik, sebuah praktik yang telah lama mewarnai dunia politik Indonesia.

Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri, merupakan putri Presiden pertama RI Soekarno. Putrinya, Puan Maharani, kini menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Sementara itu, Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono juga memiliki dua putra yang terjun ke dunia politik.

Putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono, saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Adapun putra bungsunya, Edhie Baskoro Yudhoyono, kini menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

AJANG TES OMBAK

Menurut para pakar kepada CNA, kunjungan Jokowi ke Lampung bisa jadi hanya ajang ‘tes ombak’ untuk mengukur efektivitas safari politiknya.

Aditya menuturkan, Jokowi kemungkinan akan terlebih dahulu mengevaluasi respons masyarakat dan elite politik terhadap kunjungan tersebut sebelum memutuskan seberapa agresif ia akan melanjutkan safari serupa ke daerah lain.

Hal itu, menurut Aditya, mungkin pula menjadi alasan mengapa Jokowi akhirnya berada di Lampung selama tiga hari. Dalam agenda awal, ia dijadwalkan hanya sehari di provinsi tersebut sebelum melanjutkan perjalanan ke Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Ray memperkirakan, safari politik serupa akan terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Namun, jadwalnya akan diatur dengan jeda tertentu agar setiap kunjungan mendapat sorotan media yang maksimal, alih-alih dilakukan sekaligus.

Selama berada di Lampung, Jokowi dianugerahi gelar adat. Dalam prosesi tersebut, ia menginjak kepala kerbau sebagai bagian dari ritual adat.

Foto prosesi itu kemudian viral di media sosial. Sejumlah warganet menafsirkan adegan tersebut sebagai simbol bahwa Jokowi ingin “menginjak” PDIP, partai berlambangkan kepala banteng.

Kepala Bidang Politik PSI, Bestari Barus, mengatakan kepada Tempo bahwa Jokowi mengikuti prosesi adat tersebut atas undangan para tokoh masyarakat di Lampung. Menurutnya, PSI tidak dapat memberikan penjelasan lebih rinci mengenai prosesi tersebut.

Ia mengatakan, makna tradisi itu lebih tepat dijelaskan oleh para tokoh adat yang menganugerahkan gelar kepada Jokowi.

“Itu, kan, adat budaya kita, bagian dari adat budaya. Enggak mungkin Pak Jokowi kemudian melakukan hal-hal yang di luar daripada adat budaya tersebut,” kata Bestari, seperti dikutip Tempo.

Jokowi belum menanggapi kritik yang muncul. Namun, Ray dari Lingkar Madani menilai setiap pemberitaan yang mengaitkan Jokowi dengan PDIP cenderung menguntungkan citra Jokowi sekaligus merugikan partai pimpinan Megawati itu.

Menurut Ray, Jokowi kemungkinan juga mengetahui berbagai komentar yang beredar di media sosial karena ia dikenal kerap memantau opini publik maupun pemberitaan media.

Sementara itu, Wasisto juga menilai safari politik ke Lampung merupakan langkah awal untuk mengukur respons publik sebelum diperluas ke provinsi-provinsi lain.

Meski Jokowi berperan besar dalam mengantarkan kemenangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024, Wasisto menilai pengaruh mantan presiden itu sebagai penentu arah dukungan politik (kingmaker) tidak bersifat mutlak.

Sebagai contoh, kata Wasisto, sejumlah calon kepala daerah yang didukung Jokowi pada Pilkada 2024 justru kalah.

Salah satunya adalah mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang maju dalam Pilkada Jakarta melawan calon yang diusung PDIP, Pramono Anung.

Pramono memenangkan kontestasi tersebut dengan meraih lebih dari 50,4 persen suara, sedangkan Ridwan memperoleh 39,4 persen.

Meski arah langkah politik Jokowi dan seberapa besar pengaruhnya ke depan masih belum jelas, para analis menilai safari politiknya ke Lampung menandai bahwa manuver menuju Pemilu 2029 telah dimulai jauh sebelum masa kampanye resmi.

“Saya kira ini wajar karena membangun dukungan publik membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun,” kata Aditya dari Universitas Indonesia.

Sumber: CNA

Artikel terkait lainnya