Kedok Licik Terbongkar! Tejo Menyesal Seumur Hidup Tolong Kiai Cabul Ashari: “Saya Dikibuli Habis-Habisan”

DEMOCRAZY.ID – Kiai Ashari, tersangka dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati sudah berhasil ditangkap polisi.

Kiai Ashari menyandang status tersangka sejak tanggal 28 April 2026.

Ia kemudian mangkir dari panggilan polisi pada Senin (4/5/2026).

Semenjak itu, keberadaan Kiai Ashari menjadi misteri karena pihak keluarga dan pengacara ikut tidak mengetahui.

Belakangan terungkap tersangka melarikan diri ke berbagai daerah mulai Kudus, Bogor, Jakarta, Solo dan Wonogiri.

Jajaran Polres Pati yang dipimpin Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama lantas melakukan pengejaran sejak Senin.

Pelarian Kiai Ashari berakhir di sebuah desa di Kecamatan Purwantoro, Wonogiri.

Ia dibekuk pada Kamis (7/5/2026) sekira pukul 04.00 WIB.

Penangkapan Ashari menjadi cerita tersendiri untuk warga setempat bernama Tejo.

Ia dalam program Saksi Kata Tribunnews.com mengungkap penyesalannya sudah menolong Ashari.

Ia merasa dibohongi tersangka hanya untuk kabur dari kejaran polisi.

Semua bermula saat Ashari mendatangi rumah Tejo di Dusun Wotgalih, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Rabu (6/5/2026) pagi.

Kala itu, Ashari diantar oleh warga lain yang tidak sengaja bertemu dengan tersangka.

Di hadapan Tejo, Ashari mengaku memiliki nama Samsuri asal Semarang.

Kedatangannya ke Wonogiri untuk melakukan tirakat dan berziarah ke makam keramat yang tidak jauh dari rumah Tejo.

“Saya tanya, ada keperluan apa pak? Dia jawab saya disuruh guru saya puasa 3 tahun dan saat ini baru jalan 3 bulan.”

“Saya ke sini mau napak tilas di petilasan Gusti Wali di Gedong Wiyono,” kata Tejo menirukan percakapan Ashari.

Tejo melanjutkan ceritanya, Ashari mengaku tidak membawa bekal apa-apa.

Oleh karenanya, ia meminta tolong agar diperbolehkan tinggal beberapa waktu.

Tejo tanpa berpikir panjang mempersilakan, bahkan menyiapkan kamar khusus untuk tersangka.

Ia awalnya tidak menaruh curiga atas kedatangan Ashari.

Karena selama ini memang rumah Tejo sering digunakan para peziarah untuk menginap.

Kebaikan hati Tejo tidak sampai di situ.

Ia sempat mengantarkan Ashari untuk membeli motor bekas, namun karena harganya tidak cocok, tersangka mengurungkan niatnya.

Sebagai solusi, Tejo rela meminjamkan sepeda motornya kepada Ashari.

Kecewa saat Tahu Ashari Buronan

Pada Kamis (7/5/2026) pagi, Ashari pamit ke Tejo pergi sebentar untuk bertemu dengan kawannya.

Di tengah perjalanan itulah, tersangka berpapasan dengan polisi yang sudah memburunya sejak Selasa (4/5/2026).

Petugas kemudian mendatangi rumah Tejo untuk dimintai keterangan.

“Saya kaget (didatangi polisi). Apa itu masalahnya Pak. Polisi bilang sudah buron lama kasus pelecehan, santri-santri,” katanya.

Tejo dalam kesempatannya mengaku kecewa telah dibohongi.

“Nyesel (menerima tamu, ternyata buronan). Omongannya tidak sesuai dengan kenyataan. Hanya berjarak 1 malam, langsung ditangkap polisi,” ucapnya.

Usai kejadian, Tejo diminta kepala desa dan kepolisian untuk memulai melakukan administratif pengunjung petilasan Gusti Wali di Gedong Wiyono.

Termasuk mencatat identitas para tamu, dengan harapan kejadian tidak terulang di kemudian hari.

“Pak kepala desa bilang akan dibuatkan data, saya disuruh nyatet nama dan KTP tamu,” tungkasnya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya