Keajaiban! Satu Siswa SMA Lolos dari Keracunan Massal Menu MBG di Sekolahnya, Alasannya Sangat Mengejutkan

Signature: 3ruNEYR1aHY+qmc27QlOQuLZGitfsevjAyrjTyb5dfGPD/R686P64L5XM1rS5HDwaR6Z1dqKzqSqumjdkr8+fpJ0Cn1/ifWaHR1heWKIyhBroiM0W1vyuJC0n1pctTWZVngIRr1pHr7Q2dy8qV/L1XjlUZdiU4bvXl+NZClzqe9AIC8g6kZVt3ugXuzN1KnLCdKtY9iXPiPSmkxc2fOwFmnK3PgXFVxVJMZ7kY1CnfR5hiCJ90DF6NHAMst5xHp3YpkmD/axmXMM1x/wmCcrPTHe1fDtKRxPIieX3t7J1hVFswgznSe39KPeV/o1PO2wyk2fVFe2AACUf26dgMfaHSXPH3f4uwkDc1G8z7QaV/5+2NWiZmxD8K9oDxtCNTjBP32cNACMyJS0Tg1WWNnbJFGARZ5kBZ7+dOi99CQxTuLHwT0L0gd9YVaSk5uGikocTAfinLZqJ+pKbDBEG3dfjiTwPReGLczJoPeXCY35O+hceVqj/oy7DKGTY/ComOz3cCURNFd2lm2I25bK+TuTNL/86jxyNxJzeptYbU1J3r5bHK/i6tQ9wyk+FhWuFami3ilOBY+RAkJy6B0BynJ3lkm1dez2S+LnCgDYCreC6KAkXLoMipg3mXF4re+qT5smNw2quXKKv4D+bwx8YcR/CrGNzCRtDYlcU/UwRmqdGYJALnstklgvhubltkd5kBilsweIdxDyWbXf8nNCoXfMpCMLuonTmIv56MM7U4jL3SEkICWjIt1wGUGVdWPjG2634rDJVmmJ5fp178Bb7uTTdjjCtuwsEvbQY1zjQPYxd3gn22+b7ynDxUrSTiE/2M/TbP3SH0ffiFuPLhr75bDVQ6+s8rHoI1G1y9o2EYZXWBNx6q4o8T8bhS5fI3aFPwgy03sXZqX1qsmEciVXQbUXdQk6tH/NGwzjWGtCoRqmKZU4usKtMy5TDpwRTn+AY5opb7zkfvoDx5ParSEegOv3pnuYN+hNIRCUM6NJa5M23OQ=

DEMOCRAZY.ID – Satu siswa berinisial DV ternyata lolos dari petaka insiden keracunan massal yang dialami siswa SMAN 3 Nganjuk, Jawa Timur Rabu (2/9/2026).

Usut punya usut, ternyata DV tak menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya saat itu.

DV rupanya tak memakannya karena sudah bawa bekal dari rumah.

Dikatakannya, menu MBG yang disajikan berupa nasi goreng dan tahu bulat.

Berdasar data yang dihimpun, ada pula suwiran ayam, telur dadar, acar, serta semangka.

“MBG dibagikan pada pukul 10.00 WIB,” katanya.

DV bilang, dirinya tidak ikut menyantap menu MBG, sebab, dia dari rumah sudah membawa bekal yang dibuat oleh sang ibu.

“Saya makan bekal. Tidak ikut makan MBG. Sehingga saya tidak merasakan apa-apa pada kesehatan,” jelasnya.

Seorang guru SMAN 3 Nganjuk, Andik, membeberkan kronologi kejadian.

Dia menyatakan, menu MBG datang di sekolah pukul 10.00 WIB.

“Kemudian kami persilakan anak-anak untuk mengambilnya dan dimakan,” ujarnya.

Gejala keracunan tak langsung muncul setuntas siswa melahap MBG.

Gejala baru menghampiri beberapa jam berselang.

“Pukul 14.00 WIB, siswa ada yang mual, pusing, serta muntah,” sebutnya.

Andik menyatakan, menu MBG terdiri dari nasi goreng, tahu bulat, ayam suwir, dan telur dadar.

Selain itu, ada pula potongan semangka dan acar dalam ompreng.

“Saya tidak bisa memastikan, bagian makanan mana yang membuat mereka keracunan,” ujarnya.

Penanganan awal, para siswa yang menderita gejala keracunan dilarikan di Puskesmas Nganjuk.

Kemudian, mereka dirujuk ke rumah sakit.

Kepala Puskesmas Nganjuk, dr Rio Kasino mengatakan, para siswa dirujuk ke tiga rumah sakit.

Rumah sakit tersebut yakni RSUD Nganjuk, Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk, dan Rumah Sakit Islam Aisyiyah.

“Ada tiga rumah sakit rujukan untuk para pasien,” katanya.

Dia menjelaskan, berdasar data sementara, pihaknya menerima 50 pasien dari SMAN 3 Nganjuk.

Hingga pukul 16.00 WIB, para pasien yang diduga keracunan MBG masih berdatangan ke Puskesmas.

“Para pasien masih bergulir datang. Kami siap menerimanya. Kami melakukan penanganan berupa stabilisasi terhadap pasien.”

“Apabila butuh penanganan lebih lanjut kami rujuk ke rumah sakit,” urainya.

Artikel terkait lainnya