Febrie Adriansyah Tak Tinggal Diam Usai Jadi Tersangka, Siapkan ‘Serangan Balik’ ke Jokowi!

DEMOCRAZY.ID – Peta pertarungan hukum dan politik di Indonesia sedang berada dalam fase paling krusial.

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang sebelumnya dianggap sebagai “algojo” andalan di era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), kini justru disebut-sebut berubah menjadi ancaman paling menakutkan bagi mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Praktisi intelijen senior, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, membongkar skenario di balik layar yang menunjukkan bahwa Febrie kini sedang menjalankan “operasi pembersihan” yang secara langsung menohok jantung kekuasaan lama.

Kinerja Luar Biasa, Tapi ‘Sangat Mematikan’ bagi Jokowi

Dalam pengakuannya di kanal YouTube Obor Rakyat Reborn yang dikutip Senin (13/7), Radjasa memberikan apresiasi sekaligus peringatan keras atas sepak terjang Febrie.

Ia mengakui bahwa kinerja Febrie di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memang sangat impresif dan di luar ekspektasi publik.

Namun, di balik keberaniannya membongkar kasus-kasus kakap, Febrie diduga sedang “bermain api” yang bisa membakar siapa saja.

“Memang kita lihat kinerjanya Febrie begitu luar biasa dalam penegakan hukum. Kemarin kan, luar biasa. Tapi di balik keluarbiasaannya itu, hampir semua kasus yang muncul adalah nama Jokowi di persoalan itu,” ungkap Radjasa dengan nada yang menyiratkan konspirasi besar.

Menurut Radjasa, inilah yang memicu keresahan hebat di kubu Jokowi.

Febrie tidak lagi sekadar menangani kasus korupsi biasa; ia kini merambah kasus-kasus yang menyenggol langsung lingkaran terdalam Jokowi, bahkan berani masuk ke sarang penegak hukum lainnya, yakni Polri.

Dulu Anak Emas, Kini Jadi Momok Sinyal Kecemasan Jokowi Terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah!

Mencolek ‘Petinggi Polisi’, Menciptakan Perang Dingin

Yang membuat situasi semakin panas adalah keberanian Febrie yang tidak tanggung-tanggung dalam menyeret petinggi Polri ke dalam pusaran skandal.

Radjasa menilai bahwa langkah Febrie yang menyentuh ranah kepolisian ini merupakan indikasi bahwa ia telah mendapatkan “lampu hijau” dari penguasa yang baru.

“Ini kan menimbulkan keresahan buat Jokowi. Dua kasus ya kan, kemudian juga mulai menyentuh ke ranah polisi beberapa kasus, bahkan yang ternyata melibatkan petinggi Polri di situ,” tambah Radjasa.

Siapa di Balik Keberanian Febrie?

Publik bertanya-tanya, dari mana nyali sebesar itu berasal? Radjasa dengan tegas menepis asumsi bahwa Febrie bertindak sendirian.

Sebagai seorang praktisi intelijen, ia memastikan bahwa dalam dunia penegakan hukum tingkat tinggi, tidak ada langkah yang diambil tanpa restu dari pucuk pimpinan kekuasaan.

“Enggak mungkin dia berani seperti ini kan, Prabowo itu pasti, apapun persoalannya,” ucap Radjasa.

Lebih jauh, ia mengklaim bahwa jika saat ini ada pihak-pihak di kepolisian yang mencoba “menghantam” atau menghalangi kerja Febrie, itu adalah bukti nyata bahwa mereka sedang menjalankan perintah dari “kekuasaan yang lebih tinggi” yang tidak lain adalah Jokowi.

“Siapa? Ya itu Jokowi, sudah pasti itu. Di dalam setiap operasi-operasi seperti ini tidak mungkin Pak, tidak ada keterlibatan kekuasaan yang lebih tinggi, enggak mungkin, enggak akan,” tandasnya dengan penuh penekanan.

Skenario ini seolah menegaskan bahwa kita sedang menyaksikan pertarungan antar-elemen kekuasaan yang sesungguhnya.

Apakah Febrie akan berhasil membersihkan panggung hukum, atau justru ia akan menjadi tumbal pertama dalam perang dingin antara sang mantan penguasa dengan “pemain baru” di istana?

Publik kini hanya bisa menunggu bola panas ini bergulir hingga ke titik didihnya.

Artikel terkait lainnya