DEMOCRAZY.ID – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di jaringan SPBU Shell hingga kini belum juga pulih setelah terhenti pada awal 2026.
Akibatnya, produk seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih belum tersedia.
Untuk saat ini, Shell hanya menjual BBM jenis solar, yakni Shell V-Power Diesel.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan belum mengetahui secara pasti penyebab belum kembalinya penjualan BBM bensin tersebut.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) ESDM, Laode Sulaeman, menduga kondisi itu berkaitan dengan harga minyak dunia yang belakangan mengalami kenaikan.
“Ya saya nggak tahu. Bisa juga dia nggak jualan karena harga kan lagi nggak stabil. Coba tanya Shell,” kata Laode di Karawang, Kamis (9/7/2026).
Laode menegaskan terhentinya penjualan bensin di SPBU Shell bukan disebabkan kebijakan pemerintah.
Menurutnya, tidak ada aturan yang melarang Shell menjual BBM bensin kepada masyarakat.
“Nggak, itu kan cerita lama,” ujarnya singkat.
Berdasarkan catatan, SPBU Shell terakhir menjual BBM bensin pada Desember 2025 hingga Januari 2026 setelah memperoleh pasokan sekitar 100 ribu barel dari Pertamina Patra Niaga.
Pada periode yang sama, Pertamina Patra Niaga juga menyalurkan sekitar 430 ribu barel BBM ke jaringan SPBU swasta lainnya, termasuk BP-AKR dan Vivo.
Setelah Januari 2026, seluruh produk BBM Shell menghilang dari pasaran hingga akhirnya perusahaan kembali menjual Shell V-Power Diesel di sejumlah SPBU pada pertengahan Mei 2026.
Hingga saat ini, produk bensin seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih belum juga tersedia di jaringan SPBU Shell.
Sumber: AFU