Di Luar Nalar! Terungkap Alasan Kenapa Jasad Pemimpin Iran Baru Dimakamkan Setelah 4 Bulan

DEMOCRAZY.ID – Mantan Pemimpin Iran Ali Khamenei baru dikuburkan setelah empat bulan kematiannya pada Jumat (3/7/2026).

Diketahui Khamenei gugur usai terkena serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut juga membuat menantu dan cucu Khamenei meninggal dunia dalam serangan.

Hanya anak laki-laki Khamenei yang selamat dalam serangan yakni Mojtaba Khamenei yang sempat terluka parah karena serangan.

Setelah empat bulan meninggal dunia, Khamenei baru dikuburkan pada Jumat (3/7/2026).

Iran pun menjelaskan mengapa baru menguburkan pemimpin mereka setelah empat bulan kemudian.

Jadwal penguburan ini sebenarnya sudah dijelaskan sejak awal kematian Khamenei.

Pihak berwenang mengatakan Khamenei akan dimakamkan pada 9 Juli setelah lima hari upacara di seluruh Iran dan Irak.

Upacara pemakaman akan dimulai sejak 3 Juli hingga 8 Juli 2026.

Dari tayangan di media sosial, pemakaman pemimpin Syiah itu pun diwarnai suasana haru warga Syiah yang memakai pakaian berwarna hitam.

Alasan pemerintah Iran baru menguburkan mendiang Khamenei ialah karena persiapan.

Dimuat situs IranIntl media nasional Iran, otoritas Iran dan lembaga-lembaga yang terkait dengan negara sedang menekan para pekerja, bisnis, dan badan amal untuk ikut serta dalam upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang meninggal dunia.

Catatan-catatan tersebut menggambarkan kampanye besar-besaran berupa arahan di tempat kerja, penutupan bisnis, dan mobilisasi logistik pada hari-hari menjelang pemakaman dan penguburan Khamenei.

Para pejabat menghubungkan penundaan yang luar biasa lama ini dengan kondisi perang dan masalah keamanan, sebuah tanda sensitivitas politik dan kesulitan logistik seputar pemakaman mantan pemimpin tersebut.

Beberapa pesan menyebutkan bahwa bisnis-bisnis telah diperingatkan untuk tutup selama upacara atau menghadapi sanksi jika tetap buka.

“Kami menerima pesan singkat dari serikat pekerja real estat yang mengatakan bahwa kami tidak diizinkan untuk membuka kantor selama hari-hari pemakaman dan harus menghadiri upacara tersebut,” tulis seorang warga Teheran.

Pesan lain dari Teheran menyebutkan bahwa anggota Basij mengunjungi toko-toko dan memperingatkan pemiliknya bahwa bisnis yang buka selama masa berkabung akan ditutup.

Selain itu Iran sendiri dikenal sebagai negara muslim Syiah terbesar.

Syiah adalah cabang Islam terbesar kedua yang meyakini bahwa kepemimpinan umat Islam (Imam) setelah Nabi Muhammad SAW harus diwariskan kepada Ali bin Abi Thalib dan keturunannya.

Mereka memiliki sejarah panjang dan corak teologi yang berbeda dengan kelompok mayoritas Sunni dalam hal otoritas keagamaan dan suksesi.

Sama seperti Sunni, Syiah sendiri mengimbau penguburan segera orang yang meninggal.

Dalam fikih mazhab Syiah (Imamiyah), pengurusan dan penguburan jenazah (Tajhiz al-Mayyit) pada prinsipnya adalah wajib kifayah (kewajiban kolektif) yang harus disegerakan setelah kematian dipastikan.

Menunda pemakaman tanpa alasan yang dibenarkan adalah perbuatan yang dihindari oleh penganut Syiah.

Namun hal ini bisa dikecualikan jika ada kondisi darurat yang mengancam keselamatan jenazah atau pelayat jika dimakamkan saat itu juga.

Diketahui Iran dan AS baru mencapai kesepakatan damai di akhir bulan Juni 2026.

Proses kesepakatan damai ini akan berlangsung selama 60 hari hingga negosiasi perdamaian abadi diteken.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya