

DEMOCRAZY.ID – Pendiri Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai ambisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah” masih menghadapi tantangan besar.
Menurutnya, dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di provinsi tersebut tidak mudah digeser karena telah memiliki basis pemilih yang kuat.
“Kalau PDIP digembosi, ya PDIP kan punya segmen sendiri. Enggak semudah itu juga,” kata Pangi, Selasa (7/7/2026).
Menurut Pangi, membangun basis politik di Jawa Tengah tidak cukup hanya mengandalkan strategi kampanye atau sumber daya yang besar.
Setiap partai, kata dia, harus mampu menawarkan identitas politik dan mendapatkan kepercayaan pemilih.
Ia menilai hingga saat ini PSI masih menghadapi pekerjaan rumah untuk memperkuat daya tarik politiknya di mata masyarakat.
“PSI ini apa segmennya, kan nilai jualnya juga enggak ada sampai sekarang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pangi menegaskan persaingan politik di Jawa Tengah tidak bisa dimenangkan hanya dengan kekuatan finansial.
“Kalau kandang gajah mau menggeser kandang banteng ya enggak segampang itu, tidak mudah juga. Kecuali semua diukur bisa dari uang, tapi kan pemilih kita juga bisa terpengaruh oleh hal-hal yang lain selain uang,” katanya.
Menurutnya, faktor ideologi, kedekatan emosional dengan partai, rekam jejak, hingga figur politik tetap menjadi pertimbangan penting bagi pemilih dalam menentukan pilihan di Jawa Tengah.
Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menargetkan Jawa Tengah menjadi “kandang gajah” pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) perdana Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jateng yang digelar di Kota Solo, Jateng pada Kamis (8/1/2025).
Kaesang menegaskan komitmen PSI untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat Jawa Tengah.
Ia mengajak agar seluruh kader dan struktur partai untuk bergerak bersama menghadapi Pemilu 2029.
“Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” tegasnya.
Kaesang menyatakan, saat ini PSI memiliki 12 anggota DPRD di Jawa Tengah.
Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum ideal untuk wilayah yang memiliki peran strategis secara politik.
“Jujur saja, 12 kursi itu masih terlalu kecil untuk Jawa Tengah. Target kita ke depan 17 kursi di tingkat provinsi. Untuk kabupaten atau kota, minimal 100 fraksi harus terisi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo siap memastikan kepada Jokowi bahwa Jateng adalah ‘kandang gajah’.
Hal ini menindaklanjuti rencana safari politik Jokowi yang akan berlanjut ke Jateng pada pertengahan Juli ini.
“Kami segera menunggu jadwal dari Bapak untuk tanggalnya. Yang jelas, tugas kami hari ini mempersiapkan untuk Bapak turun, untuk Bapak keliling Jateng, memastikan bahwa Jateng benar-benar sebagai ‘kandang gajah’,” kata Yogo.
Dia mengusulkan hampir seluruh kabupaten/kota di Jateng agar didatangi, namun keputusan tetap ada di Jokowi.
“Secepatnya, kita siapkan secepatnya. Kami akan kontak dengan tim, mudah-mudahan pertengahan Juli ini sudah bisa berjalan. Kami mengajukannya hampir 35 kabupaten/kota ya, tentu ini akan dipilih Bapak mana yang kira-kira akan didatangi,” ungkapnya.
Yogo mengatakan rencana keliling Jateng dibuat setelah ada pertemuan langsung dengan Jokowi. Dia menyebut timnya sedang mematangkan jadwal dan teknisnya.
Ia menjelaskan agenda keliling Jokowi pada bulan ini didasari dari progres pembentukan struktur partai yang diklaim hampir rampung total.
Yogo melaporkan kepada Jokowi mesin partai siap bekerja penuh.
“Kami melaporkan capaian kinerja DPW struktur seluruh Jawa Tengah yang sudah hampir 95 persen. Struktur mesin partai yang kami janjikan kami siap, hari ini kami laporkan ke Bapak,” pungkasnya.
Sumber: Inilah