DEMOCRAZY.ID – Sumbangan berupa fasilitas Sekolah Aman Asap di SKH Negeri 1 Palangka Raya dari mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia periode 2014-2016, Anies Baswedan, terpaksa dibongkar setelah mendapat penolakan dari pemerintah.
Instalasi yang disiapkan untuk membantu melindungi siswa dari paparan kabut asap itu akhirnya harus dibawa kembali ke Jakarta.
Pembongkaran tersebut disampaikan Humanies Project melalui akun media sosial @humaniesproject, Kamis (29/10/2026).
Dalam unggahannya, tim menyatakan kekecewaan atas penolakan terhadap fasilitas yang telah dipasang sejak 22 Oktober 2026 tersebut.
Inisiatif baik seperti ini tiba-tiba diminta dicopot oleh disdik. Indikasinya karena alasan politik.
Tidak berizin? Ya elah. Situasi krisis dan keadaan kahar, kayak kebakaran (dan pembakaran), itu harusnya sudah menunjukkan urgensitas. https://t.co/Ug4kUEkOy2— M. Ridha Intifadha (@RidhaIntifadha) November 1, 2026
Klo gak di tolak, kita mungkin tidak akan tau kalo Anies Baswedan menyumbang ke Palangka Raya. https://t.co/zelUtuvWFc
— 𝕸𝖔𝖓𝖎𝖈𝖆 ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ (@NenkMonica) November 1, 2026
RELEASE PEMBATALAN PROGRAM “SEKOLAH AMAN ASAP” DI PALANGKA RAYA https://t.co/3SlwtGdCr5
— Humanies Project (@humaniesproject) November 1, 2026