DEMOCRAZY.ID – Warga Bangkalan, Madura, dihebohkan dengan kemunculan seorang pria berinisial F yang nekat mengaku sebagai Imam Mahdi dan menawarkan layanan spiritual fiktif.
Kasus penipuan berkedok agama ini langsung viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @masjidpogungdalangan beberapa waktu lalu.
Dalam video tersebut, F tampak mengenakan peci putih dan disambut dengan gestur penuh hormat oleh sejumlah orang di hadapannya.
Aksi tipu-tipu ini menyasar para pengikutnya dengan dalih menebus dosa, memperpanjang umur, hingga membeli kavling akhirat.
Video di Akhir Artikel
Para korban bahkan diancam keimanannya akan dicabut jika menolak membayar uang kafarat yang diminta oleh pelaku.
Nilai kerugian akibat praktik sesat ini tidak main-main karena salah satu korban mengaku telah menyetor hingga Rp1,3 miliar.
Pelaku F meyakinkan para korban bahwa dirinya memiliki otoritas spiritual mutlak karena diklaim sebagai keturunan Ratu Adil.
Korban diminta mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk menikmati layanan transaksional gaib yang disebut sebagai top up nyawa.
Tidak hanya memperpanjang jatah hidup di dunia, pelaku juga secara terbuka memperdagangkan tiket masuk surga bagi pengikutnya.
Praktik penipuan berkedok keagamaan semacam ini kerap memanfaatkan kerentanan psikologis serta keyakinan masyarakat awam.
Geram dengan kerugian material yang fantastis, para korban akhirnya resmi melaporkan F ke pihak kepolisian setempat.
Hingga kini, proses hukum masih berjalan untuk mengungkap sejauh mana jaringan dan aliran dana dari praktik penipuan tersebut.
👇👇