DEMOCRAZY.ID – Media Iran melaporkan beberapa ledakan di dekat pusat minyak utama negara itu, Pulau Kharg di Teluk Persia.
Ini terjadi beberapa hari setelah pertempuran kembali pecah dengan Amerika Serikat.
Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (5/9/2026), kantor berita Fars melaporkan bahwa ledakan terdengar oleh korespondennya pada hari Sabtu (5/9), tetapi tidak ada asap yang terlihat.
Sementara kantor berita SNN mengklaim “sebuah kapal tanker Iran menjadi sasaran AS” di dekat pulau itu.
The United States has struck an Iranian oil tanker near Kharg Island, claiming retaliation for an earlier attack on an oil tanker.
U.S is now pursuing a “tanker-for-tanker” approach, attempting to pressure Iran by targeting its oil shipping capacity.
Attacking our tankers will… pic.twitter.com/TEQEHAEr8j
— Ebrahim Zolfaghari (@IranTimes72) September 5, 2026
Tidak ada komentar langsung dari pejabat AS atau Iran.
Pertempuran antara kedua pihak kembali berlanjut Minggu lalu dengan serangan AS terhadap Iran, saat perang mereka telah berlangsung lebih dari enam bulan.
Serangan Amerika memicu serangan balasan oleh Teheran terhadap target-target AS di Timur Tengah.
Sebelumnya, Iran mengatakan pada hari Kamis lalu, bahwa angkatan bersenjatanya telah menyerang pangkalan militer AS di Kuwait dan Uni Emirat Arab, dan bersumpah untuk membalas kematian warga sipil di sebuah pesta pernikahan, yang mereka tuduh dilakukan oleh Washington.
Kedua pihak juga tetap bersaing untuk menguasai Selat Hormuz yang strategis, dengan Iran memblokir jalur pelayaran kapal tersebut, sementara Washington mempertahankan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
🇮🇷 Iranian state media says a U.S. strike hit an Iranian oil tanker near Kharg Island.
Tasnim reports the ship was struck by four missiles about six miles from the anchorage. It says there were no casualties and that the crew is being evacuated.
Washington has not confirmed the… pic.twitter.com/IIfWxMQDvw
Baca Juga— Mario Nawfal (@MarioNawfal) September 5, 2026