Pantas Ngotot Tak Mau Disetop! Program MBG dan Kopdes Ternyata Jadi ‘Kendaraan Politik’ Prabowo Menuju 2029

DEMOCRAZY.ID — Program-program pemerintah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat dinilai memiliki signifikansi politik yang besar menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, memandang dua kebijakan utama—yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes)—sebagai instrumen strategis yang dapat memperkuat posisi politik Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan-kebijakan tersebut dinilai mampu membangun kedekatan emosional dan fungsional dengan masyarakat.

Di sisi lain, kedudukan Prabowo sebagai petahana memberikan keunggulan kompetitif yang masif apabila ia memutuskan kembali maju dalam kontestasi elektoral mendatang.

“70 persen yakin Pak Prabowo akan mencalonkan diri lagi. Dan kalau dia mencalonkan diri lagi, peluangnya untuk menang besar,” ujar Mahfud.

Keunggulan Petahana dan Kalkulasi Politik 2029

Lebih lanjut, Mahfud menilai kekuatan politik Prabowo tidak sekadar bersandar pada statusnya sebagai kepala negara petahana.

Konfigurasi kekuatan nasional saat ini juga dinilai sangat menguntungkan karena belum tampak figur penantang yang memiliki magnitudo sebanding untuk mengimbanginya.

Dalam kalkulasi tersebut, program pro-rakyat seperti MBG dan Kopdes diposisikan sebagai modal politik krusial bagi pemerintah dalam merajut dukungan jangka panjang.

Selain faktor program, Mahfud mencermati maraknya kemunculan organ relawan dan kelompok pendukung sebagai indikator konkret dari konsolidasi basis massa menjelang perhelatan lima tahunan tersebut.

Menariknya, dengan solidnya fondasi kekuatan petahana, persoalan siapa figur calon wakil presiden yang nantinya akan mendampingi Prabowo dinilai bukan lagi variabel penentu utama.

Kekuatan struktural dan jejaring yang terbangun dipandang jauh lebih dominan dalam mengamankan peluang kemenangan.

Oleh karena itu, pihak-pihak yang berencana menantang petahana pada 2029 diingatkan agar tidak sekadar membaca hasil survei elektabilitas semata.

Faktor daya gedor program pemerintah, soliditas kelompok pendukung, hingga penguasaan sumber daya negara merupakan variabel-variabel determinan yang wajib dikalkulasikan secara matang.

Mahfud pun menyimpulkan bahwa berbagai upaya politik untuk melemahkan posisi Prabowo belum tentu efektif menghentikan langkah politiknya di masa mendatang.

Artikel terkait lainnya