Perkuatan struktur pada sebuah bangunan dapat dilakukan dalam waktu tertentu dengan berbagai alasan. Misalnya untuk memperpanjang usia bangunan agar tetap bisa digunakan sampai jangka panjang.
Selain itu perkuatan juga seringkali dilakukan karena bangunan berubah fungsi dan berubah kebutuhan kapasitasnya. Apapun alasannya, proyek perkuatan harus dilakukan dengan tepat sesuai kebutuhan.
Salah satu metode yang biasa diterapkan adalah jacketing. Mari kenali metode jacketing pada proses perkuatan bangunan.

Mari pahami dulu apa yang dimaksud dengan jacketing. Ini merupakan metode perkuatan struktur bangunan dengan menambahkan atau membungkus menggunakan lapisan material yang baru.
Jenis material yang bisa digunakan di sini sangat beragam. Bisa berupa beton bertulang, pelat baja, juga fiber reinforced polymer.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas kuat tekan dan beban elemen struktur. Selain itu cara ini juga sangat efektif untuk memperbaiki bagian yang sudah rusak atau rapuh.

Ada beberapa tahapan yang harus dijalani dalam metode jacketing ini. Setiap tahap memegang peran penting sehingga harus dilakukan dengan tepat.
Berikut adalah beberapa tahapan dalam proses jacketing.
Tahapan pertama adalah observasi. Ini merupakan langkah pertama dalam setiap metode perkuatan bangunan agar nanti hasil yang diperoleh bisa optimal dan benar-benar sesuai harapan.
Setelah observasi ini dapat diketahui apakah memang jacketing dianggap sebagai metode yang paling tepat atau tidak. Kemudian hasil observasi juga bisa digunakan sebagai acuan untuk memilih jenis material terbaik.
Selanjutnya ada proses penyanggaan atau shoring. Ini merupakan tahap pemasangan penopang sementara atau pelat. Pemasangan dilakukan di sekitar struktur yang akan mendapat perkuatan.
Tahapan ini sangat krusial dan harus dilakukan dengan cermat. Ini sangat berpengaruh pada hasil akhir dan kelancaran proses jacketing nantinya.
Di tahap ini juga biasanya akan dilakukan pengukuran dimensi. Area eksisting akan diukur terlebih dahulu untuk menentukan ketebalan jaket beton baru yang akan dibuat.
Tahap berikutnya adalah pengupasan beton bekisting atau pengelupasan selimut beton lama. Langkah ini dilakukan memakai alat bernama jack hammer.
Setelah dibuka dan tulangan beton lama terlihat maka akan dilakukan pengkasaran permukaan. Permukaan beton lama harus dibuat kasar agar nanti material baru bisa terikat dengan kuat.
Di sini pastikan juga untuk membersihkan permukaan dari partikel kotoran maupun bagian yang berkarat.

Kemudian akan dilakukan pengeboran permukaan kolom. Pengeboran harus dilakukan sesuai dengan ukuran dan jarak yang sudah direncanakan sebelumnya.
Jika sudah selesai pengeboran maka dilakukan pembersihan lubang. Lubang harus dibersihkan agar terbebas dari partikel debu dan kotoran lain menggunakan kompresor.
Di tahap ini juga akan dilakukan pemasangan angkur. Besi angkur akan ditanam atau dipasang di lubang yang sudah dibor sebelumnya.
Masuk ke tahap selanjutnya yaitu perakitan tulangan baru atau tulangan utama. Nantinya akan dirakit besi tulangan vertikal yang terhubung dengan angkur.
Setelah tulangan baru terpasang maka akan dipasang pula besi sengkang atau begel pengikat. Besi sengkang ini dipasang di sekeliling tulangan utama dan jaraknya harus diperhitungkan dengan baik.
Setelah terpasang sempurna, tahap berikutnya adalah pengolesan bonding agent. Ini merupakan material pengikat beton yang digunakan untuk mencegah terbentuknya cold joint antara beton lama dan baru.
Di sini juga akan dilakukan pemasangan cetakan. Anda perlu mendirikan bekisting penutup di sekeliling rakitan tulangan yang sudah dibuat sebelumnya.
Tahap ini sangat penting dan harus dilakukan hati-hati karena berpengaruh pada hasil beton baru nanti.

Sampailah di tahap pengecoran beton. Tahapan ini menjadi tahap yang juga tidak kalah penting karena material beton baru akan diaplikasikan. Kuncinya terletak pada jenis material beton yang dipakai dan teknik yang digunakan.
Gunakan beton berkualitas tinggi dan masukkan beton ke dalam bekisting secara bertahap. Kemudian akan digunakan alat penggetar untuk membantu memadatkan beton baru tadi.
Tahap terakhir adalah pembongkaran bekisting. Tentunya ini dilakukan jika beton sudah mengeras dan terbentuk sempurna.
Pembongkaran bekisting harus dilakukan dengan hati-hati. Kemudian lakukan penyiraman air untuk menyempurnakan proses finishing.

Demi mendapatkan beton precast dengan kualitas terbaik dan kekuatan optimal maka perlu digunakan material berkualitas. Dalam hal ini, SikaCim Concrete Additive dapat menjadi pilihan yang tepat.
Sikacim Concrete Additive adalah material campuran air tambahan untuk adonan beton dan semen. Material ini bisa membantu proses pengerasan jadi lebih cepat, kekuatan lebih baik, dan mengurangi risiko keropos.
Pemakaian bahan ini akan membantu mengurangi pemakaian air sampai 15% tanpa mengurangi tingkat kemudahan dalam pengerjaan. Tentunya dengan bahan ini pula daya tahan beton jadi lebih optimal.
Sika sudah memiliki pengalaman selama 115 tahun dan menjadi bagian dari berbagai jenis proyek. Salah satunya yaitu Jembatan Sungai Colorado di Amerika Serikat. Sika juga merupakan brand pertama di Indonesia yang mencetuskan semen waterproofing.
Langsung saja konsultasikan kebutuhan proyek Anda bersama tim teknis Sika lewat halaman resmi Kontak/Dukungan Sika Indonesia. Anda bisa mendapatkan penjelasan lebih lengkap mengenai material yang tepat untuk pembuatan beton pracetak.
