Dianggap Menyesatkan Usai Sebut Telur Bikin Bisulan, Respon Sudaryono: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

DEMOCRAZY.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengklaim sengaja melontarkan pernyataan bahwa dirinya pernah mengalami bisulan karena terlalu banyak makan telur saat kecil.

Pernyataan itu, kata dia, bukan untuk membenarkan mitos, melainkan memancing para ahli gizi meluruskan informasi yang masih dipercaya sebagian masyarakat.

Sudaryono mengatakan dirinya memahami bahwa konsumsi telur tidak berkaitan dengan munculnya bisul.

Namun, ia sengaja mengangkat narasi tersebut agar memicu diskusi publik mengenai pentingnya protein hewani.

“Saya juga ngerti bahwa bisul sama makan telur banyak ini tidak ada hubungannya. Tapi memang saya sengaja melempar ini dan alhamdulillah banyak ahli gizi di sosial media kemudian speak up semua. ‘Pak Kepala Badan ini keliru!’ katanya. Memang keliru, aku tahu itu,” kata Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurut Sudaryono, anggapan bahwa anak yang terlalu banyak makan telur akan mengalami bisulan masih banyak diyakini, terutama di wilayah pedesaan.

Karena itu, ia berharap polemik yang muncul justru dimanfaatkan para ahli untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Perlu banyak ahli untuk menjelaskan memakai sosial media memakai ini semua untuk berkampanye bahwa salah satu sumber protein terbaik itu adalah telur yang harganya relatif lebih murah dibanding sumber protein lain. Itu maksud dan tujuan saya memancing gemuruh di antara ahli gizi,” tuturnya.

Ia mengaku bersyukur karena setelah pernyataannya viral, banyak ahli gizi yang memberikan penjelasan di media sosial mengenai manfaat telur sebagai sumber protein hewani dan meluruskan mitos yang beredar.

Viral Usai Cerita Masa Kecil

Pernyataan Sudaryono sebelumnya menjadi sorotan publik setelah disampaikan usai dilantik sebagai Kepala BGN pada 22 Juli 2026.

Saat itu, ia menceritakan pengalaman masa kecilnya di desa ketika keluarganya memelihara ayam, sehingga ia terbiasa mengonsumsi telur dalam jumlah banyak.

“Saya adalah orang yang lahir di desa. Ibu saya memelihara ayam di rumah dan saya adalah efek dari makan bergizi. Kami dari kecil biasa makan telur banyak karena kami pelihara, sampai maaf bisulan di mana-mana,” ucapnya.

Ucapan tersebut kemudian viral di media sosial karena dinilai seolah mengaitkan konsumsi telur dengan munculnya bisul.

Belakangan, Sudaryono menegaskan bahwa pernyataan itu sengaja disampaikan untuk memancing edukasi dari kalangan ahli gizi agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar mengenai manfaat konsumsi telur.

👇👇

Artikel terkait lainnya