Mengguncang Nasional! Hubungan Prabowo-Jokowi di Ambang ‘Kehancuran’ Total?

DEMOCRAZY.ID – Hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kini menjadi sorotan.

Pengamat politik menyebut ada tanda-tanda “keretakan” dalam hubungan keduanya, meski sampai saat ini belum terlihat ada perpecahan secara terbuka.

Perbedaan Arah Politik

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, mengatakan bahwa hubungan kedua tokoh ini mulai menunjukkan perbedaan arah.

Menurutnya, mereka memang masih berhubungan, namun sudah mulai muncul perbedaan kepentingan politik menjelang pemilihan presiden tahun 2029.

“Hubungan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi itu sudah mulai retak. Belum pecah, tetapi sudah retak,” ujar Ray, Kamis (16/7/2026).

Isu Gibran Jadi Pemicu

Ray menilai salah satu faktor utama yang memengaruhi hubungan keduanya adalah masa depan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Ray, posisi Gibran saat ini membuat hubungan antara Prabowo dan Jokowi tidak lagi semudah saat masa kampanye Pilpres 2024 lalu.

Keduanya kini memiliki rencana dan tujuan politik masing-masing.

Ray memperkirakan perbedaan sikap ini akan semakin jelas terlihat dalam beberapa tahun ke depan.

Ia bahkan menduga puncak perbedaan jalan antara keduanya mungkin akan terjadi pada tahun 2028.

Strategi Politik di Balik Layar

Ray menjelaskan bahwa Prabowo kemungkinan besar sudah menyadari adanya pergerakan politik yang dilakukan oleh Jokowi.

Ia menyebut Jokowi diduga sedang menyiapkan berbagai skenario untuk Gibran.

Salah satu skenario yang disebut Ray adalah keinginan Jokowi agar Gibran tetap menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2029.

Namun, Ray menilai peluang hal itu terjadi sekarang hanya sekitar 30 persen.

Jika nantinya Prabowo memilih orang lain sebagai pendampingnya, Ray menduga Jokowi kemungkinan akan mencari jalur politik lain agar Gibran tetap bisa maju di kontestasi politik, baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.

Ray menegaskan bahwa pandangannya ini adalah analisis politik berdasarkan situasi yang terjadi saat ini.

Meski belum ada perpecahan yang terang-terangan, publik diperkirakan akan terus memperhatikan apakah perbedaan kepentingan ini nantinya akan memengaruhi keputusan penting dalam pemerintahan atau koalisi politik ke depannya.

[FULL VIDEO]

Artikel terkait lainnya