Teman Kuliah Akhirnya Buka Suara: Bongkar Fakta ‘Ijazah & Skripsi’ Jokowi Yang Bikin Geleng Kepala!

DEMOCRAZY.ID – Frono Jiwo, teman seangkatan Joko Widodo di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), menyampaikan keprihatinannya atas informasi yang beredar di media sosial mengenai tuduhan bahwa ijazah dan skripsi Presiden ke-7 RI tersebut palsu.

Frono mengatakan dirinya masuk Fakultas Kehutanan UGM pada 1980 bersama Joko Widodo.

Keduanya kemudian menyelesaikan pendidikan dan diwisuda pada 1985.

“Kami seangkatan dengan Pak Jokowi, masuk tahun 1980,” ujar Frono dalam keterangannya, dilansir pada Kamis (16/7/2026).

Menurut Frono, selama menjadi mahasiswa, Joko Widodo dikenal sebagai sosok yang pendiam.

Namun, di lingkungan pertemanan dekat, Jokowi disebut memiliki selera humor yang tinggi dan kerap mencairkan suasana.

“Pak Jokowi orangnya pendiam, tapi kalau ngobrol selalu kocak. Apa yang jadi pembicaraan selalu mengundang tawa,” ungkapnya.

Selain itu, Frono membenarkan bahwa Jokowi memiliki kegemaran mendaki gunung sejak masih menjadi mahasiswa.

Sejumlah gunung di Pulau Jawa maupun Sumatera disebut pernah didaki Jokowi.

Meski demikian, Frono mengaku dirinya tidak terlalu sering mengikuti aktivitas tersebut.

“Pak Jokowi sering naik gunung, tapi saya jarang. Seingat saya, saya tidak pernah bareng naik gunung sama Pak Jokowi,” ujarnya.

Terkait polemik ijazah, Frono menegaskan bahwa ijazah miliknya memiliki format yang sama dengan ijazah Joko Widodo.

Kesamaan itu, kata dia, terlihat pada jenis huruf, tanda tangan pejabat kampus, hingga format dokumen.

“Ijazah saya bisa dibandingkan dengan ijazahnya Pak Jokowi. Semua sama kecuali nomor kelulusan ijazah dari universitas dan fakultas,” ucap Frono.

Ia menjelaskan, ijazah angkatan mereka ditandatangani oleh Rektor UGM saat itu, Prof. T Jacob, serta Dekan Fakultas Kehutanan Prof. Soenardi Prawirohatmodjo.

Frono juga menceritakan proses penyusunan skripsi pada masa itu.

Menurut dia, seluruh mahasiswa umumnya masih menggunakan mesin ketik karena penggunaan komputer belum lazim.

Sementara itu, pembuatan sampul, lembar pengesahan, hingga penjilidan skripsi dikerjakan di percetakan.

“Pembuatan skripsi semua pakai mesin ketik. Walaupun sudah ada komputer, tetapi jarang sekali yang bisa. Untuk sampul, lembar pengesahan, dan penjilidan skripsi semua di percetakan,” urainya.

Tak hanya menempuh pendidikan bersama, Frono mengungkapkan dirinya dan Joko Widodo juga pernah memulai karier di perusahaan yang sama, yakni PT Kertas Kraft Aceh (Persero).

Saat itu, mereka bersama almarhum Hari Mulyono, yang merupakan adik ipar Jokowi, diterima bekerja di perusahaan tersebut.

Namun, menurut Frono, Jokowi memutuskan mengundurkan diri sekitar dua tahun kemudian setelah menikah.

Ia menyebut lokasi tempat tinggal yang berada di kawasan hutan pinus di Aceh Tengah menjadi salah satu alasan.

“Kami bertiga, Pak Jokowi, saya, dan almarhum Hari Mulyono, masuk kerja bersama. Setelah Pak Jokowi menikah, Ibu Iriana sepertinya tidak betah karena basecamp berada di tengah hutan pinus di Aceh Tengah. Pak Jokowi kemudian resign lebih dulu, sementara saya dan almarhum Hari Mulyono masih bertahan,” tutur Frono.

Artikel terkait lainnya