Prabowo Tantang Rakyat Cari Negara Lain, Netizen Membalas: Anda Itu Pemimpin atau Musuh Rakyat?

DEMOCRAZY.ID – Pernyataan heboh kembali dilontarkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto saat berpidato dalam sambutan peresmian Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mempersilakan orang yang merasa Indonesia suram untuk mencari negara lain.

“Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain,” katanya.

Video pernyataan Prabowo tersebut kini viral dan jadi pembahasan publik di berbagai platform media sosial.

Salah satu yang memposting videonya adalah akun pegiat media sosial bercentang biru di X, @MariaAlkaff_.

“Yaa Allah, begini lagi pidatonya… 🥴Mau bilang Indonesia kaya, bangkit, harus bersatu, dst, silakan aja, Pak. Tapi gak usah nambah-nambahin “silakan kalo mau cari negara lain”,” tulis akun tersebut, dikutip pada Minggu (12/7/2026).

Pemilik akun bernama Maria A Alkaf itu juga mempertanyakan sikap Presiden yang disebutnya memposisikan diri berseberangan dengan rakyat.

“Bapak kan dipilih oleh rakyat kenapa Bapak selalu memposisikan diri bersebrangan sama rakyat, Pak? Harusnya Bapak paling banyak mendengarkan rakyat…,” saran Maria.

👇👇

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas sekaligus ajakan persatuan saat menutup pidatonya dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta.

Setelah pernyataan heboh tersebut, ia langsung mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap bersatu, bergotong royong, dan bekerja sama membangun Indonesia.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya dan memiliki potensi besar untuk bangkit.

Menurutnya, tantangan yang ada hanya dapat dihadapi apabila seluruh komponen bangsa saling membantu, dengan yang kuat menopang yang lemah demi mewujudkan kesejahteraan bersama.

Selain isu persatuan, Prabowo menyampaikan komitmen kuat terhadap kesejahteraan rakyat, khususnya dalam mengatasi kemiskinan dan kelaparan.

Ia menyatakan tidak rela melihat rakyat Indonesia miskin atau anak-anak kelaparan, meski ada segelintir elit yang menganggap hal itu tidak penting.

“Saya tidak rela rakyat Indonesia miskin, saya tidak rela. Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar, saya tidak rela. Tidak ada negara yang berhasil kalau tidak bisa menghasilkan pangan bagi rakyatnya sendiri. Dan Alhamdulillah, Indonesia sekarang mampu memberi pangan untuk rakyatnya sendiri,” katanya.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya