Tak Peduli Kritik, Prabowo Tegaskan MBG Adalah Harga Mati Demi Menyelamatkan Perut Rakyat!

DEMOCRAZY.ID – Presiden Prabowo Subianto kembali merespons kritik Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia Fathimah Azzahra terkait prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tanpa menyebut nama, Prabowo menyinggung pihak yang disebutnya sebagai “segelintir elite di Jakarta” yang dinilai menganggap persoalan kelaparan bukan hal utama.

“Ada segelintir elite di Jakarta berpendapat bahwa perut lapar itu tidak penting, saya berbeda. Ada rakyat Indonesia yang lapar, itu penting bagi saya,” ujar Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Jumat (10/07/26).

Pernyataan tersebut muncul setelah polemik yang berkembang dari kritik Fathimah terhadap argumentasi pemerintah dalam mempertahankan MBG.

Dalam diskusi yang viral di media sosial, Fathimah menyampaikan bahwa terdapat persoalan yang dinilainya lebih mendesak daripada sekadar menyediakan makanan gratis di sekolah, yakni memperbaiki akses yang menghambat anak-anak untuk bersekolah.

“Ada sesuatu yang lebih genting daripada mengisi perut lapar, yaitu memperbaiki akses yang menghambat mereka menuju sekolah, seperti jalan ataupun jembatannya,” kata Fathimah saat berdiskusi dengan politikus Partai Gerindra Bahtra Banong.

Fathimah menegaskan bahwa kritiknya bukan berarti menganggap kelaparan tidak penting.

Ia mempertanyakan apakah MBG mampu menyelesaikan akar persoalan yang dihadapi anak-anak di daerah terpencil, seperti infrastruktur yang buruk, keterbatasan fasilitas pendidikan, serta hambatan ekonomi keluarga.

Ia juga menilai pemberian makanan di sekolah tidak serta-merta menjamin anak terbebas dari kelaparan setelah pulang ke rumah.

Karena itu, Fathimah mendorong pemerintah untuk memperbaiki akses pendidikan, kondisi ekonomi keluarga, serta persoalan struktural lainnya agar anak-anak tidak hanya menerima makanan, tetapi juga memiliki kesempatan hidup yang lebih layak.

Sementara itu, Prabowo menempatkan persoalan kelaparan sebagai prioritas utama.

Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan kebutuhan pangan rakyat terpenuhi sebagai dasar pembangunan negara.

“Saya tidak rela rakyat Indonesia miskin. Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar. Tidak ada negara yang berhasil kalau tidak bisa menghasilkan pangan sendiri,” kata Prabowo.

Perdebatan ini menunjukkan perbedaan pendekatan dalam melihat MBG.

Prabowo menilai program tersebut sebagai langkah langsung untuk mengatasi kelaparan, sementara Fathimah menekankan pentingnya penyelesaian persoalan struktural seperti kemiskinan, akses pendidikan, dan ketimpangan infrastruktur.

Sumber: AFU

Artikel terkait lainnya