Gempa Politik Jateng! Ambisi Jokowi Rebut Kandang Banteng Disebut Penuh ‘Dendam Kesumat’ ke PDIP

DEMOCRAZY.ID – Peneliti Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa menilai ambisi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) untuk merebut Jawa Tengah (Jateng) sebagai “kandang gajah” merupakan motif politik yang berkaitan dengan hubungan Jokowi dan PDIP.

“Jangan lupa, Jateng merupakan wilayah basis utama PDIP, selain Bali. Artinya, saya melihat memang ada dendam politik yang ingin dituntaskan Jokowi terhadap partai yang memecatnya tersebut,” ucap Ardha, Rabu (8/7/2026).

Ardha menilai posisi Jokowi saat ini berbeda dibanding saat masih menjabat sebagai presiden.

Menurutnya, Jokowi tidak lagi memiliki instrumen kekuasaan maupun sumber daya politik yang sebelumnya dapat digunakan untuk melakukan konsolidasi.

Bahkan ketika masih berada di puncak kekuasaan, kata Ardha, upaya Jokowi mendorong PSI menembus parlemen nasional juga belum membuahkan hasil.

“Itu pun pada gilirannya tidak berhasil meloloskan PSI ke DPR. Artinya, kembali jika berkaca pada kondisi saat ini, Jokowi dan PSI masih cukup jauh untuk mendapat kenaikan elektoral yang signifikan. Meskipun hal ini tentu mungkin berubah seiring langkah-langkah politik yang dilakukan seperti apa di kemudian hari,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, Ardha berpandangan Jokowi dan PSI perlu menetapkan target politik yang lebih realistis dan terukur sebelum berbicara mengenai ekspansi kekuatan secara nasional.

Menurutnya, menggerus dominasi PDIP di Jawa Tengah menjadi sasaran yang paling rasional.

Selain masih memiliki basis pendukung yang kuat di provinsi tersebut, Jokowi dinilai memahami karakter sosial dan kultur politik masyarakat Jawa Tengah.

“Menggoyang Jateng agaknya menjadi target utama mereka menurut saya. Jokowi tentu akan memanfaatkan residu kecintaan masyarakat padanya sebagai Presiden, yang memang memiliki basis kuat di Jateng. Dan dari segi sosiologis, Jokowi pastinya lebih memahami kultur di wilayah ini dibandingkan wilayah lainnya,” imbuhnya.

Ambisi Kaesang di Jateng

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menargetkan Jawa Tengah menjadi “kandang gajah” pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) perdana Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jateng yang digelar di Kota Solo, Jateng pada Kamis (8/1/2025).

Kaesang menegaskan komitmen PSI untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat Jawa Tengah.

Ia mengajak agar seluruh kader dan struktur partai untuk bergerak bersama menghadapi Pemilu 2029.

“Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” tegasnya.

Kaesang menyatakan, saat ini PSI memiliki 12 anggota DPRD di Jawa Tengah.

Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum ideal untuk wilayah yang memiliki peran strategis secara politik.

“Jujur saja, 12 kursi itu masih terlalu kecil untuk Jawa Tengah. Target kita ke depan 17 kursi di tingkat provinsi. Untuk kabupaten atau kota, minimal 100 fraksi harus terisi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo siap memastikan kepada Jokowi bahwa Jateng adalah ‘kandang gajah’.

Hal ini menindaklanjuti rencana safari politik Jokowi yang akan berlanjut ke Jateng pada pertengahan Juli ini.

“Kami segera menunggu jadwal dari Bapak untuk tanggalnya. Yang jelas, tugas kami hari ini mempersiapkan untuk Bapak turun, untuk Bapak keliling Jateng, memastikan bahwa Jateng benar-benar sebagai ‘kandang gajah’,” kata Yogo.

Dia mengusulkan hampir seluruh kabupaten/kota di Jateng agar didatangi, namun keputusan tetap ada di Jokowi.

“Secepatnya, kita siapkan secepatnya. Kami akan kontak dengan tim, mudah-mudahan pertengahan Juli ini sudah bisa berjalan. Kami mengajukannya hampir 35 kabupaten/kota ya, tentu ini akan dipilih Bapak mana yang kira-kira akan didatangi,” ungkapnya.

Yogo mengatakan rencana keliling Jateng dibuat setelah ada pertemuan langsung dengan Jokowi.

Dia menyebut timnya sedang mematangkan jadwal dan teknisnya.

Ia menjelaskan agenda keliling Jokowi pada bulan ini didasari dari progres pembentukan struktur partai yang diklaim hampir rampung total.

Yogo melaporkan kepada Jokowi mesin partai siap bekerja penuh.

“Kami melaporkan capaian kinerja DPW struktur seluruh Jawa Tengah yang sudah hampir 95 persen. Struktur mesin partai yang kami janjikan kami siap, hari ini kami laporkan ke Bapak,” pungkasnya.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya