Pengakuan Mengejutkan! Ayah Taufik Bongkar ‘Sisi Gelap’ Putranya Sebelum Aksi Keji Gunting Bibir Pacar

DEMOCRAZY.ID – Sang ayah akhirnya membuat pengakuan tentang Taufik Hidayat, pria usia 30 tahun yang siksa dan sekap perempuan di Bandung, Yuvita Tri Rezeki (29).

Keluarga Vita atau Yuvi sudah berhasil mendatangi rumah Taufik.

Yuvi menjadi korban penyekapan oleh Taufik Hidayat.

Ia disekap selama dua tahun lamanya di kamar kos.

Selama disekap dia menjadi korban penganiayaan sampai menderita luka permanen di sekujur tubuh.

Mulai dari kepala yang infeksi, mata tidak bisa melihat, hidung bengkok, bibir digunting, gigi rontok, tubuh penuh luka sayat dan tato, serta lulut berulang kali dibacok.

Korban kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Yuvi diantar pemilik kos dengan pengawalan pelaku pada 10 Juni 2026 lalu.

Kakak ipar Yuvi, Melanie mengungkap identitas Taufik Hidayat.

Ketika pertama kali dikenalkan ke keluarga, Taufik mengaku bernama Yuda.

Dia mengaku bekerja di sebuah bank.

Namun nyatanya Taufik merupakan seorang debt collector.

Kata Melanie, Taufik berasal dari Nagrek.

“Desa Ciaro, Kecamatan Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,” katanya.

Pihak keluarga Yuvi sudah pernah mendatangi alamat tersebut.

Namun mereka hanya bertemu dengan ayah Taufik.

“Ada, ada bapaknya doang,” kata Melanie pada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Sang ayah mengatakan selama hidup di dunia ini Taufik Hidayat memang kerap membuat masalah.

“Katanya memang bermasalah sih di sana juga,” katanya.

Rupanya Taufik sudah tidak asing dengan tindak kekerasan.

“Kalau gak mabuk, nyuri, kalau gak nyuri ya penganiayaan memang,” katanya.

Berdasarkan pengakuan ayahnya, Taufik sudah lama sekali tidak pulang ke rumah.

“Terus waktu dicari ke sana juga udah gak pulang, udah lama,” katanya.

“Katanya tidak pernah (pulang), ‘udah lama kok gak pulang’, kata bapaknya. ‘Saya juga gak tau keberadaan anak saya’,” tambah Melanie menirukan ucapan ayah Taufik.

Melanie curiga ketika menyekap sang adik, Taufik juga tidak pernah pulang ke rumah.

“Berarti mungkin pas sama adik saya juga sudah gak pulang mungkin,” kata Melanie.

Sayangnya sampai hari ini polisi masih belum berhasil menangkap Taufik.

“Masih, masih (dicari). Mudah-mudahan yah (ditangkap), itu harapan kami,” kata Melanie.

“Saya yakin pasti dapat. Polda ini cepat biasanya. apalagi sudah teridentifikasi kan DNA-nya, KTP-nya, wajahnyanya, alamat asalnya,” timpal Dedi Mulyadi.

Sementara Yuvita Tri Rezeki amat berharap polisi bisa segera menangkap Taufik.

Ia bahkan berharap Taufik bisa dihukum mati.

“Supaya dia bisa ngerasain apa yang saya rasain,” kata Yuvi.

Dia mengaku menyimpan dendam membara pada Taufik.

Betapa tidak selama dua tahun lamanya Yuvi hidup dibawah siksaan Taufik Hidayat.

Ia hanya diberi makan satu kali sehari.

Dengan mata yang sudah tidak bisa melihat lagi, Yuvi dibiarkan mengurus diri sendiri.

Mulai dari makan sampai ke kamar mandi.

Tak jarang Yuvi harus tidur di kamar mandi seorang diri.

Malahan untuk buang air saja, Yuvi terpaksa menggunakan pampers.

“Alhamdulillah sudah menjadi lebih baik lagi semenjak bisa ketemu sama orang tua dan dirawat di rumah sakit. Sekarang aku sudah merasa tenang karena sudah ketemu orang tua, mama sama papa,” kata Yuvi.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya