DEMOCRAZY.ID – Penulis Buku Kami (Bukan) Sarjana Kertas, JS Khairen menyoal latar belakang pendidikan anggota DPR RI.
Menurutnya, data yang beredar menunjukkan rendahnya kualitas para wakil rakyat.
Apalagi, untuk sejumlah mahasiswa kampus top.
Seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), hingga Institut Teknologi Bandung (ITB), menyayangkan hal tersebut.
“Titik terendah masuk UI, UGM, ITB. 60-an anggota DPR hanya tamatan SMA,” tulis Khairen dikutip dari unggahannya di Instagram, Sabtu (20/6/2026).
Di sisi lain, menurutnya, kondisi sosial saat ini membuat pendengung lebih didengarkan. Alih-alih mendengarkan ilmuwan.
“Buzser lebih didengarkan daripada ilmuwan,” ujarnya.
Khairen heran dengan kedaan saat ini.
“Ini akal-akalan siapa sih, sampai kita begitu menyembdah kebodoham,” ucap Khaien.
Merujuk laporan Badan Pusat Statistik, anggota DPR RI 2024-2029 berjumlah 580 orang.
Didominasi laki-laki 77,76 persen, atau 451 anggota, dan 22,24 persen atau 129 orang di antaranya perempuan.
Jenjang pendidikan mereka cukup beragam. Namun, ada satu temuan yang paling menonjol dibanding kategori lainnya.
Kelompok terbesar justru berasal dari anggota yang tidak mencantumkan riwayat pendidikan.
Jumlahnya mencapai 211 orang atau sekitar 36,38 persen dari total 580 anggota DPR.
Sementara itu, lulusan Strata 1 (S1) menjadi kelompok terbesar yang memiliki data pendidikan lengkap.
Sebanyak 155 anggota DPR atau 26,72 persen tercatat merupakan lulusan sarjana.
Di bawahnya terdapat lulusan Strata 2 (S2) sebanyak 119 orang.
Jumlah tersebut setara dengan 20,52 persen dari keseluruhan anggota DPR RI.
Anggota DPR yang berpendidikan SMA atau sederajat juga masih cukup banyak.
Tercatat ada 63 orang atau sekitar 10,86 persen yang memiliki pendidikan terakhir pada jenjang tersebut.
Sementara itu, lulusan program doktor atau Strata 3 (S3) berjumlah 29 orang.
Adapun lulusan Diploma 3 (D3) menjadi kelompok paling sedikit, yakni hanya tiga orang atau sekitar 0,52 persen.
Berikut ini daftarnya:
• Tidak mencantumkan pendidikan: 211 orang (36,38 persen)
• Strata 1 (S1): 155 orang (26,72 persen)
• Strata 2 (S2): 119 orang (20,52 persen)
• SMA/sederajat: 63 orang (10,86 persen)
• Strata 3 (S3): 29 orang (5,00 persen)
• Diploma 3 (D3): 3 orang (0,52 persen)
Sumber: Fajar