Bungkam dan Menghindar? Aksi Nanik S. Deyang ‘Kabur’ dari Wartawan Pertajam Dugaan Kejanggalan Motor Listrik MBG!

DEMOCRAZY.ID – Aksi Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN yang baru, Nanik S. Deyang, menghindari cecaran wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta pada Senin, (15/6/2026), memicu kritik keras dari Masyarakat Transparansi Indonesia atau MTI.

Mantan jurnalis tersebut, memilih langsung pergi lewat pintu belakang dan melimpahkan semua pertanyaan strategis kepada wakilnya yang baru saja ditunjuk sebagai juru bicara lembaga.

MTI menilai, sikap irit bicara pimpinan baru BGN ini tidak tepat, karena terkesan sengaja menggunakan bawahan sebagai tameng demi menghindari isu-isu krusial yang sedang melilit lembaga tersebut.

Nanik Dinilai Gagal Uji Transparansi Perdana

Direktur Eksekutif MTI, Ahmad Jilul Q Farid, menilai sikap tertutup Nanik S. Deyang, tidak sejalan dengan harapan publik.

Padahal, masyarakat tengah menunggu penjelasan mengenai berbagai persoalan di tubuh BGN, termasuk dugaan korupsi dalam tata kelola program MBG yang kini sedang diusut aparat penegak hukum.

“Kalau Nanik Deyang memang sosok reformis dan unsur baru yang bersih dari kebobrokan lama, semestinya dia berani menghadapi wartawan, bukan lari dan berlindung di balik orang lain. Reformasi diuji justru pada saat pertanyaannya paling tidak nyaman, dan di situ Kepala BGN gagal pada kesempatan pertamanya,” kata Jilul, Rabu, (17/6/2026).

Peristiwa Nanik menghindari wartawan ini terjadi seusai rapat tertutup antara BGN dan Komisi IX DPR RI yang membahas pagu anggaran tahun 2027.

Setelah rapat tersebut, Nanik justru menunjuk Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, untuk menyampaikan keterangan kepada media dan mengarahkan seluruh pertanyaan wartawan kepada pejabat baru tersebut.

Awalnya, saat baru keluar dari ruang rapat, Nanik menolak memberikan keterangan rinci terkait hasil pembahasan anggaran dengan anggota dewan.

Nanik berdalih pihaknya telah menunjuk Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari sebagai juru bicara resmi lembaga tersebut.

“Jadi Bu Arum (Agustina Arumsari) sudah ditunjuk di depan DPR menjadi jubir BGN,” kata Nanik singkat kepada awak media.

Kritik Juru Bicara Sebagai Tameng

Seusai melontarkan pernyataan singkat itu, awak media tetap berusaha mengikuti dan mencecar Nanik dengan sejumlah pertanyaan krusial, khususnya mengenai nasib anggaran program MBG.

Namun, MTI mencatat setelah menunjuk juru bicara, Nanik sama sekali tidak memberikan penjelasan langsung kepada awak media dan memilih meninggalkan lokasi rapat melalui jalur lain.

Akibatnya, sejumlah pertanyaan wartawan terkait nasib pengadaan motor listrik untuk program MBG serta kemungkinan perubahan jumlah penerima manfaat pada tahun 2027 tidak memperoleh jawaban.

Jilul menegaskan, penunjukan juru bicara memang hal yang lazim dalam sebuah lembaga, tetapi tanggung jawab untuk menjawab isu strategis tetap berada di tangan pimpinan tertinggi.

“Menunjuk juru bicara itu wajar dan memang disarankan DPR, yang tidak wajar adalah cenderung menjadikannya tameng. Nanik mengarahkan semua pertanyaan kepada Arumsari, lalu dia sendiri pergi lewat pintu belakang. Tanggung jawab pimpinan tidak bisa didelegasikan dalam hitungan jam kepada orang yang baru saja diberi jabatan,” ujar Jilul.

MTI juga menyoroti latar belakang Nanik yang pernah berkarier sebagai wartawan sebelum masuk ke pemerintahan.

Sebelum menjabat sebagai Kepala BGN, ia diketahui sempat mengemban tugas sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Menurut Jilul, pengalaman panjang di bidang komunikasi publik semestinya menjadi modal besar untuk membangun keterbukaan kepada masyarakat, terlebih ketika lembaga yang dipimpinnya sedang menghadapi sorotan tajam.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya