Ngamuk Bak Koboi! Kades Bekasi Todong Pistol ke Warga Usai Lompat Pagar, Polisi Bergerak

DEMOCRAZY.ID – Polres Metro Bekasi tengah menyelidiki laporan kasus dugaan intimidasi yang menyeret nama seorang pria berinisial WK, yang disebut sebagai Ketua DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Barat.

Laporan tersebut diajukan oleh warga Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, berinisial LR.

Dalam laporannya, korban mengaku mengalami intimidasi dan kerugian setelah rumahnya didatangi sekelompok orang pada Sabtu (30/5/2026) dini hari.

Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani membenarkan bahwa laporan tersebut saat ini masih dalam proses penanganan penyelidik.

“Masih dalam proses penyelidikan,” ujar Aliyani kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

Laporan korban tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan Nomor: STTLAPDUAN/799/V/2026/SAT RESKRIM/RESTRO BKS/PMJ yang diterbitkan Satreskrim Polres Metro Bekasi pada 30 Mei 2026.

Berdasarkan laporan tersebut, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.57 WIB di rumah korban di Kampung Pintu, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran.

Korban mengaku rumahnya didatangi sekelompok orang yang tidak dikenalnya. Dalam laporannya, rombongan itu diduga masuk ke area rumah dengan memanjat pagar dan naik ke atap bangunan.

Dalam laporannya, korban menyebut rombongan tersebut dipimpin oleh seseorang yang memperkenalkan diri sebagai WK.

Sosok itu disebut sebagai Kepala Desa Wanasari sekaligus Ketua DPD APDESI Jawa Barat.

Karena tidak mengetahui tujuan kedatangan mereka, korban ketika itu sempat meminta surat tugas kepada pihak yang disebut berasal dari kepolisian.

Namun, menurut keterangannya, dokumen tersebut hanya diperlihatkan tanpa diberikan kesempatan untuk diperiksa secara langsung.

Dalam laporannya, korban juga menyebut WK sempat menunjukkan sebuah pistol sambil meminta dirinya dipertemukan dengan seseorang bernama Ncex yang sedang dicari.

Setelah itu, korban mengizinkan pihak yang mengaku sebagai anggota kepolisian melakukan penggeledahan di dalam rumah.

Situasi kemudian disebut memanas setelah terjadi adu mulut antara pelapor dan seorang perempuan yang dalam laporan tersebut disebut sebagai anak WK.

Merasa mengalami intimidasi dan kerugian, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Bekasi.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya