Politikus PDIP Akhirnya Buka Suara! Ini Alasan Rahasia Kenapa Jokowi ‘Mustahil’ Satu Meja dengan Megawati

DEMOCRAZY.ID – Momen kebersamaan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mendadak memunculkan pembahasan mengenai peluang pertemuan para mantan presiden dalam satu forum.

Politikus PDIP, Ferdinand Hutahaean, mengatakan bahwa pertemuan antartokoh bangsa bukan sesuatu yang mustahil terjadi.

Hanya saja, ia menegaskan ada faktor psikologis yang hingga kini masih menjadi ganjalan, terutama terkait hubungan PDIP dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Pertemuan dalam Acara Besar Sangat Mungkin Terjadi

Ferdinand menjelaskan, Megawati dikenal selalu menghadiri agenda yang dianggap penting.

“Bertemu dalam sebuah acara tentu itu pasti ada kemungkinan,” ujar Ferdinand, Rabu, 3 Juni 2026.

Karena itu, peluang bertemu dengan tokoh-tokoh nasional dalam sebuah acara terbuka tetap terbuka lebar.

“Apalagi kalau acara yang dianggap penting oleh Ibu Megawati, beliau pasti hadir,” tukasnya.

Meski demikian, ia menganggap bahwa bentuk interaksi yang terjadi nantinya tetap bergantung pada keputusan Megawati sendiri.

“Tapi apakah akan berbicara atau bertatap muka, bersalaman dengan Pak Jokowi, itu tentu tergantung pada Ibu Megawati sendiri,” imbuhnya.

Hubungan Jokowi dan PDIP

Ferdinand mengatakan kemungkinan pertemuan tetap ada.

Namun, ia mengingatkan bahwa hubungan antara Jokowi dan PDIP mengalami dinamika yang cukup dalam.

“Kami melihat peluang itu ada saja, tapi tentu seperti yang saya sampaikan, apa yang dilakukan Jokowi terhadap PDIP itu adalah sebuah perilaku yang bagi kami sangat tidak elok,” bebernya.

“Ini menusuk secara langsung terhadap PDIP,” sambung dia.

Ferdinand juga menanggapi wacana yang kerap disuarakan sejumlah pendukung Jokowi agar seluruh mantan presiden dapat duduk bersama dalam satu meja.

“Jadi, secara psikologis memang kalau apa yang disampaikan (pendukung Jokowi), harapannya supaya semua mantan presiden bisa duduk satu meja, berkumpul,” terangnya.

Kata dia, tidak ada persoalan berarti di antara sebagian besar tokoh nasional tersebut.

“Saya pikir antara Pak SBY, Ibu Megawati, Pak Prabowo, dan wakil presiden yang lain tidak ada masalah untuk bertemu satu meja,” tandasnya.

Namun, ia menekankan bahwa situasinya berbeda ketika nama Jokowi ikut berada dalam forum yang sama.

“Yang ada masalah itu mungkin kalau ada Pak Jokowi, yah. Justru beliaulah yang membuat situasinya, menurut saya, ada hambatan psikologis di sana,” kuncinya.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya