

DEMOCRAZY.ID – Pasar prediksi global Polymarket mendadak jadi perbincangan hangat di kalangan netizen Indonesia.
Pemicunya adalah munculnya sebuah wadah taruhan khusus yang mengulik masa depan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Taruhan bertajuk “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by…?” tersebut mengajak pengguna internet untuk menebak: apakah Presiden Prabowo akan mundur atau lengser dari jabatannya pada bulan-bulan tertentu di tahun 2026.
Bagi Anda yang belum familier, Polymarket adalah platform pasar prediksi (prediction market) berbasis teknologi blockchain asal Amerika Serikat.
Platform ini memungkinkan pengguna dari seluruh dunia untuk bertaruh atau “membeli saham” menggunakan mata uang kripto atas hasil dari berbagai peristiwa nyata.
Melalui Polymarket, pengguna bisa memasang taruhan untuk berbagai jenis isu mulai dari hasil pemilu, kebijakan ekonomi, hingga isu budaya populer.
Di Polymarket, setiap prediksi disajikan dalam saham “Yes” (Ya) atau “No” (Tidak) dengan harga berkisar antara $0.01 hingga $0.99.
Harga saham ini bergerak dinamis, mencerminkan probabilitas atau persentase peluang terjadinya peristiwa tersebut berdasarkan penilaian pasar.
Jika tebakan pengguna terbukti benar saat peristiwa terjadi, saham mereka akan bernilai $1.00, sedangkan jika salah, nilainya menjadi nol.
Dalam kontrak terkait pengunduran diri Prabowo Subianto ini, Polymarket memungkinkan pengguna membeli saham “Yes” atau “No” pada opsi lini masa yang disediakan.
Resolusi pasar atau penentu kemenangan nantinya akan didasarkan pada informasi resmi pemerintah Indonesia atau konsensus media kredibel terkait skenario pengunduran diri Prabowo Subianto sebagai Presiden indonesia.
Pengumuman pengunduran diri sebelum batas waktu yang ditentukan akan langsung menyelesaikan pasar sebagai “Yes”.
Menurut data terkini di platform tersebut per 21 Mei 2026, probabilitas yang diberikan pasar untuk pengunduran diri atau pemberhentian Prabowo terlihat sangat rendah.
Untuk akhir Mei 2026, peluang “Yes” hanya berada di kisaran 2 persen, Juni 2026 sekitar 4 persen, dan hingga akhir Desember 2026 mencapai 18 persen.
Total volume perdagangan pasar ini sudah mencapai hampir $9.000 meski baru diluncurkan pada 20 Mei 2026.
Sementara itu, pasar serupa juga ada untuk periode 2025 yang sebelumnya telah tersedia, di mana probabilitas Prabowo lengser di akhir tahun itu juga tercatat rendah.
Peluncuran pasar ini muncul di tengah berbagai isu yang dihadapi pemerintahan Prabowo, termasuk kritik dari Amnesty International terkait isu kebebasan berpendapat, kekhawatiran The Economist mengenai oposisi dan risiko fiskal program makan siang gratis, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.
Fenomena seorang pemimpin negara dijadikan sebagai objek taruhan di Polymarket sebenarnya bukan hal baru.
Kasus yang jauh lebih masif dan menghebohkan pernah menimpa para pemimpin dunia termasuk di Amerika Serikat.
Salah satu momen paling bersejarah di platform ini terjadi pada pertengahan tahun 2024 yang lalu.
Saat itu, Polymarket membuka kontrak taruhan apakah Presiden AS saat itu, Joe Biden, akan mundur dari pencalonan Pilpres 2024 setelah penampilannya yang dinilai kurang prima dalam debat televisi melawan Donald Trump.
Hebatnya, berminggu-minggu sebelum Joe Biden memberikan pengumuman resmi kepada publik, para petaruh di Polymarket sudah “meramal” dengan jitu.
Angka probabilitas Biden untuk mundur melonjak tajam dari yang awalnya hanya 20 persen langsung meroket hingga ke angka 55?hkan menyentuh 70 persen.
Perputaran uang di pasar taruhan Pilpres AS kala itu tidak main-main karena nominalnya mencapai ratusan juta dolar AS.
Ketika Joe Biden akhirnya benar-benar mengumumkan mundur, pasar prediksi ini mendadak viral karena terbukti membaca situasi lebih cepat daripada prediksi para pengamat politik tradisional di televisi.
Tidak berhenti di situ, memasuki tahun 2026, dinamika taruhan politik di platform ini kian menggila di bawah pemerintahan Donald Trump.
Bahkan baru-baru ini, ketika terjadi ketegangan geopolitik global antara Amerika Serikat melawan Iran, Polymarket juga menggelar bursa taruhan senilai ratusan ribu dolar terkait waktu pengumuman gencatan senjata oleh Gedung Putih terhadap Teheran.
Sumber: Tribun