Arogansi Tanpa Batas! Menteri Israel Malah Jadikan Aktivis Gaza Yang Berlutut Bahan Olokan

DEMOCRAZY.ID – Terjadi kecaman internasional imbas perlakuan Israel terhadap para aktivis pro-Palestina yang berada di atas kapal bantuan yang menuju Gaza dan dicegat oleh pasukan angkatan laut Israel.

Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada termasuk di antara negara-negara yang menyatakan kemarahan setelah Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang menunjukkan dirinya mengejek para aktivis yang berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung mereka.

Para aktivis yang ditahan Israel tersebut diketahui berasal dari Global Sumud Flotilla.

Lebih dari 50 perahu yang berpartisipasi dalam Global Sumud Flotilla (GSF) berlayar dari Turki pada Kamis (14/5/2026) lalu.

Ratusan aktivis yang berupaya menerobos blokade maritim Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung hampir dua dekade mulai dicegat oleh pasukan Israel di lepas pantai Siprus, di Laut Mediterania, pada Senin (18/5/2026).

Video tersebut, yang diunggah dengan keterangan “selamat datang di Israel”, juga menunjukkan para aktivis dipaksa berlutut di tanah dengan tangan diikat di belakang punggung mereka, sementara lagu kebangsaan Israel diputar melalui pengeras suara.

Sebuah kelompok hak asasi manusia yang mewakili 430 orang dari lebih dari 40 negara yang ikut serta dalam Global Sumud Flotilla kini menuntut pembebasan mereka.

Armada kapal tersebut, yang membawa sejumlah kecil bantuan, bertujuan untuk menyoroti kondisi sulit yang dialami warga Palestina di Gaza yang dilanda perang.

Namun, Israel menepisnya sebagai “aksi publisitas untuk kepentingan Hamas”.

👇👇

Israel Tuai Kecaman Global

Tindakan Itamar Ben-Gvir menuai kritik langka dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengatakan bahwa tindakan tersebut “tidak sejalan dengan nilai-nilai Israel”.

“Israel memiliki hak penuh untuk mencegah armada provokatif pendukung Hamas memasuki perairan teritorial kami dan mencapai Gaza,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

“Namun, cara Menteri Ben Gvir menangani para aktivis armada kapal tidak sejalan dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel.”

“Saya telah menginstruksikan pihak berwenang terkait untuk mendeportasi para provokator sesegera mungkin,” lanjutnya.

Kini Israel juga menuai kecaman global imbas video ejekan dari Itamar Ben-Gvir tersebut.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengkritik aksi Itamar Ben-Gvir.

“Perlakuan terhadap para aktivis armada Global Sumud, termasuk warga negara Uni Eropa, sangat merendahkan dan salah,” kata Kallas dalam sebuah pernyataan, dilansir ABC.

“Perilaku Menteri Israel Ben-Gvir tidak pantas bagi siapa pun yang memegang jabatan di negara demokrasi,” jelasnya.

Di antara mereka yang ditahan terdapat 11 warga Australia.

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan video itu “mengejutkan dan tidak dapat diterima”.

“Kami mengutuk tindakan Menteri Israel Ben-Gvir — yang telah dikenai sanksi oleh Australia — dan tindakan merendahkan martabat yang dilakukan oleh otoritas Israel terhadap mereka yang ditahan,” katanya dalam sebuah pernyataan kepada ABC.

“Saya telah meminta Duta Besar Australia untuk Israel untuk menyampaikan keberatan kepada Israel, mengulangi seruan kami untuk pembebasan warga Australia yang ditahan dan agar Israel memastikan tidak ada perlakuan buruk terhadap tahanan mana pun dan untuk bertindak sesuai dengan kewajiban internasional,” jelasnya.

Kemudian, Menteri Luar Negeri Austria Beate Meinl-Reisinger juga mengutuk rekaman yang diedarkan oleh Itamar Ben-Gvir.

Ia mengatakan bahwa tiga warga negara Austria masih berada dalam tahanan Israel.

“Video-video yang diedarkan oleh Menteri Kepolisian sayap kanan Ben-Gvir mengenai perlakuan terhadap para aktivis sama sekali tidak dapat diterima,” ungkap Beate Meinl-Reisinger dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.

Dia mengatakan bahwa rekan sejawatnya dari Israel, Gideon Saar, juga “dengan tepat mengutuk hal ini dengan keras.”

“Hari ini, kami menyampaikan kemarahan kami kepada Kedutaan Besar Israel di Wina,” tambahnya.

Meinl-Reisinger mengatakan, Austria berulang kali mendesak Israel “untuk menahan diri sepenuhnya dalam menangani armada bantuan dan untuk mematuhi hukum internasional.”

“Kami terus berkomunikasi dengan pihak berwenang Israel,” katanya, menambahkan bahwa staf di Kedutaan Besar Austria membantu mereka yang terdampak “untuk memfasilitasi keberangkatan mereka dengan cepat.”

Dia mengatakan Austria memiliki “tujuan yang sama untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza,” tetapi “sangat menyarankan untuk tidak berpartisipasi dalam armada bantuan dalam keadaan seperti ini.”

“Tentu saja, keselamatan warga Austria adalah prioritas utama kami,” tambahnya.

Lalu, Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, menyebut tindakan Ben-Gvir “tercela”.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan video tersebut menunjukkan “adegan yang benar-benar memalukan”, menambahkan bahwa dia telah mengirimkan surat panggilan ke kedutaan Israel untuk menuntut “penjelasan mendesak”.

Sebelumnya, dia mengatakan bahwa pemerintah “sedang berhubungan dengan keluarga sejumlah warga negara Inggris yang terlibat untuk memberikan dukungan konsuler kepada mereka”.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menggambarkan perlakuan Israel terhadap para aktivis sebagai “mengerikan”, dan menambahkan bahwa ia telah menginstruksikan para pejabat untuk memanggil duta besar Israel.

“Perlindungan warga sipil dan penghormatan terhadap martabat manusia harus dijunjung tinggi di mana pun, setiap saat,” kata Carney dalam sebuah unggahan di X.

Australia, Italia, Prancis, Belanda, Belgia, dan Spanyol mengatakan tindakan Ben-Gvir “tidak dapat diterima” dan bahwa mereka telah memanggil duta besar Israel masing-masing negara.

👇👇

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya