Iran Berbagi ‘Resep’ Jitu ke Sekutu Cara Kalahkan AS di Medan Perang

DEMOCRAZY.ID – Wakil Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik, menyatakan Teheran siap membagikan kemampuan pertahanan militernya kepada “negara-negara merdeka”, terutama anggota Shanghai Cooperation Organisation (SCO) yang terdiri dari China, Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan.

Pernyataan itu disampaikan Talaei-Nik saat tiba di Bishkek, Kyrgyzstan, untuk menghadiri pertemuan para menteri pertahanan SCO, Senin.

Media pemerintah Iran, mengutip laporan yang dilansir News.Az, menyebut Talaei-Nik menegaskan kesiapan Iran berbagi pengalaman militernya.

“Kami siap berbagi pengalaman kami dalam mengalahkan Amerika Serikat dengan anggota organisasi lainnya,” ujar Talaei-Nik.

Ia merujuk pada konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dari akhir Februari hingga awal April.

Dalam periode itu, Iran mengklaim meluncurkan gelombang drone dan rudal ke pangkalan AS di kawasan serta ke sejumlah target di Israel, sekaligus beberapa kali menembak jatuh target udara AS yang memasuki wilayah udaranya, terutama drone.

Menurut Talaei-Nik, angkatan bersenjata Iran tetap dalam kondisi siaga penuh untuk merespons setiap tindakan permusuhan.

Ia juga menegaskan bahwa Washington “tidak lagi berada dalam posisi untuk mendikte kebijakan kepada negara-negara merdeka”.

Ia menambahkan, Amerika Serikat pada akhirnya harus meninggalkan apa yang disebutnya sebagai “tuntutan ilegal dan tidak masuk akal”.

Dalam pernyataannya, Talaei-Nik juga menyebut Amerika Serikat dan Israel sebagai simbol “terorisme negara”, merujuk pada dugaan pembunuhan warga sipil, termasuk anak-anak dan pelajar di Minab.

Ia menilai tindakan tersebut telah merusak kredibilitas Barat.

Lebih jauh, ia menggambarkan SCO—dengan cakupan geografis dan demografisnya—sebagai cerminan meningkatnya dukungan banyak negara terhadap peralihan dari “sistem unipolar yang tidak adil” menuju tatanan dunia multipolar.

Selama berada di Bishkek, Talaei-Nik dijadwalkan menggelar pertemuan terpisah dengan menteri pertahanan Rusia, Pakistan, Belarus, serta tuan rumah Kyrgyzstan, yang semuanya merupakan anggota SCO.

Sumber: VIVA

Artikel terkait lainnya