DEMOCRAZY.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan rencananya untuk membawa cadangan uranium nuklir Iran ke wilayah AS jika kesepakatan damai tercapai.
Dalam pernyataannya pada Jumat (17/4/2026), Trump menyebutkan bahwa proses pemindahan material tersebut akan dilakukan secara bersama-sama dengan pihak Iran menggunakan alat berat.
“Seseorang bertanya, bagaimana kita akan mendapatkan debu nuklir tersebut? Kita akan mendapatkannya dengan masuk bersama Iran, menggunakan banyak ekskavator,” ujar Trump saat berbicara di hadapan gerakan konservatif Turning Point USA di Phoenix, Arizona.
Trump bahkan menekankan perlu operasi skala besar untuk mengangkut material tersebut.
“Kita butuh ekskavator terbesar yang bisa Anda bayangkan,” papar Trump, sebagaimana dilansir AFP.
Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya kolaboratif.
“Namun, kita akan masuk bersama dengan Iran. Kita akan mengambilnya. Kita akan membawanya pulang ke AS segera,” tegas Trump.
Pernyataan Trump ini muncul sebagai penguat atas klaimnya pada Kamis (16/4/2026).
Kala itu, dia menyebut bahwa Iran telah setuju untuk menyerahkan uranium yang diperkaya, meski saat itu Trump tidak memberikan rincian teknis mengenai proses transfernya.
Namun, pernyataan ini berbanding terbalik dengan sikap resmi pihak Teheran.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran telah menegaskan bahwa cadangan uranium yang diperkaya miliknya tidak akan dipindahkan ke mana pun.
Meski ada penolakan dari Iran, Trump tampak semakin optimis mengenai peluang tercapainya kesepakatan damai.
Berbicara kepada AFP pada Jumat, dia mengeklaim bahwa pembicaraan tersebut kini berjalan tanpa hambatan.
“Tidak ada poin yang mengganjal,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa kesepakatan sudah sangat dekat.
Dalam berbagai kesempatan, Presiden AS tersebut secara rutin menggunakan istilah “debu nuklir” untuk merujuk pada stok uranium yang diperkaya milik Iran.
AS menuduh Iran menimbun material tersebut sebagai upaya untuk memproduksi bom atom.
Sumber: Tribun