DEMOCRAZY.ID – Sebagai umat Islam, kita wajib mengimani rukun iman, termasuk iman kepada hari akhir.
Tanda-tanda kiamat pun sudah dijelaskan dalam berbagai ayat Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW.
Hal tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa kehidupan dunia hanya sementara.
Dalam surah Al-Hajj ayat 7, Allah SWT berfirman bahwa hari kiamat pasti terjadi.
وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِي الْقُبُورِ
Wa annas Saa’ata aatiya tul laa raiba feeha wa annal laaha yab’asuman fil quboor
Artinya: “Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.”
Sebelum masuk ke tanda-tandanya, umat Islam perlu memahami bahwa ada dua jenis kiamat yaitu kiamat sugra dan kiamat kubra.
Kiamat sugra adalah hancurnya sebagian makhluk atau lingkungan, seperti kematian seseorang.
Dalam surah Ali Imran ayat 185, Allah SWT berfirman:
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”
Selain kematian, ada juga tanda-tanda kiamat kecil yang menjadi penanda bahwa kiamat besar akan datang.
Sementara, kiamat kubra adalah kiamat besar alias kehancuran alam semesta dan seisinya.
Dalam sebuah hadis sahih riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW menyebutkan tanda-tanda kiamat besar yaitu sebagai berikut:
“Sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya, yaitu kabut, Dajjal, binatang Dabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi Isa bin Maryam, Yakjuj Makjuj, tiga gerhana: gerhana di timur, di barat, dan di jazirah Arab, dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka.” (HR Muslim).
Namun, perlu diingat bahwa jika semua yang disebutkan Rasulullah SAW muncul, itu hanya sebatas tanda bahwa kiamat sudah dekat.
Adapun kapan tepatnya kiamat terjadi merupakan ketetapan Allah SWT dan tidak ada yang mengetahuinya, sekalipun Nabi Muhammad SAW.
Hal itu ditegaskan Allah SWT dalam surah Al-A’raf ayat 187:
“ Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
Berikut ini adalah tanda-tanda kiamat besar:
Munculnya kabut atau asap tebal yang disebut juga dengan dukhan, merupakan salah satu tanda kiamat besar.
Selain disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, munculnya kabut juga tercantum dalam surah Ad-Dukhan ayat 10-11.
“Maka tunggulan pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.”
Setiap umat Islam rasanya tahu soal Dajjal. Makhluk ini digambarkan memiliki mata satu dan di dahinya tertulis “kafir”.
“Dajjal bermata datar, di antara kedua matanya terdapat tulisan “kafir” lalu beliau mengejanya kaf, fa, ra. Tulisan itu dapat dibaca oleh setiap orang muslim.” (HR Muslim).
Dalam hadis lainnya, Nabi Muhammad SAW menegaskan tidak ada ujian yang lebih berat untuk manusia daripada fitnah Dajjal.
“Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya lebih besar dari Dajjal.” (HR Muslim).
Tanda kiamat besar lainnya adalah kedatangan Nabi Isa AS, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Az-Zukhruf ayat 61.
“Dan sungguh, dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.”
Sementara, dalam sebuah hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Demi (Allah) yang menguasai jiwaku, hampir saja turun kepada kalian Isa bin Maryam sebagai hakim yang adil.”
Nabi Isa AS juga akan membunuh Dajjal di Kota Lud (wilayah dekat Baitul Maqdis, Palestina) pada hari kiamat kelak. Hal itu disebutkan dalam hadis berikut:
“Setiap kafir yang mencium bau napasnya pasti mati. Dan napasnya mencapai jarak sejauh pandang matanya. Dia mengejarnya (Dajjal) hingga berhasil menemukannya di Bab Lud, lalu membunuhnya.” (HR Muslim).
Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis lain yaitu:
“Ibnu Maryam membunuh Dajjal di Bab Lud.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).
Dalam sebuah hadis Abdullah bin Mas’ud yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Tidak hancur dunia (kiamat) sampai orang Arab memiliki seorang laki-laki dari keturunanku yang namanya sama dengan namaku.”
Yakjuj dan Makjuj digambarkan sebagai kaum perusak yang dikurung di balik dinding. Kisah mereka diabadikan dalam surah Al-Kahfi ayat 94-99.
“Mereka berkata, “Wahai Zulkarnain! Sungguh, Yakjuj dan Makjuj itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?
Dia (Zulkarnain) berkata, “Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka.”
Berilah aku potongan-potongan besi!” Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, “Tiuplah (api itu)!” Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu).”
Maka mereka (Yakjuj dan Makjuj) tidak dapat mendakinya dan tidak dapat (pula) melubanginya.”
Adapun dalam surah Al-Anbiya ayat 96-97, dijelaskan bahwa kemunculan Yakjuj dan Makjuj sebagai tanda kiamat sudah dekat.
“Hingga apabila (tembok) Yakjuj dan Makjuj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan (apabila) janji yang benar (hari kebangkitan) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak. (Mereka berkata), “Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami benar-benar orang yang zalim.”
Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda sebagai berikut:
“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai matahari terbit dari barat.”
Saat matahari terbit dari barat, itulah waktu pintu tobat tertutup dan amalan apa pun tidak lagi diterima.
Salah satu tanda kiamat akan datang adalah munculnya dabbah atau hewan melata yang bisa berbicara.
Allah SWT berfirman dalam surah An-Naml ayat 82:
“Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan makhluk bergerak yang bernyawa dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”
Tafsir ayat di atas adalah ketika menjelang hari kiamat, binatang melata keluar dari bumi dan berbicara kepada manusia dengan fasih.
Mereka akan mengatakan bahwa kebanyakan manusia tidak yakin kepada ayat-ayat Allah SWT dan tidak percaya datangnya hari kiamat.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah menyebutkan bahwa dabbah menjadi salah satu tanda kiamat pertama.
“Tanda-tanda akan (datangnya kiamat) yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari sebelah barat dan keluarnya binatang melata kepada manusia di pagi hari. Manakal salah satu dari dua peristiwa ini terjadi, maka yang satu lagi segera menyusul setelahnya.” (HR Muslim).
Sesuai hadis Nabi Muhammad SAW di awal, salah satu tanda kiamat besar adalah munculnya tiga gerhana di timur, barat, dan di jazirah Arab.
Tanda hari akhir lainnya adalah muncul api dari Yaman yang menggiring manusia menuju tempat perkumpulan sebelum kiamat benar-benar terjadi.
Ulama, ahli hadis, dan ahli fiqih, Imam Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa api yang dimaksud akan menggiring setiap manusia yang masih hidup pada akhir zaman.
Api menggiring manusia dari berbagai penjuru bumi menuju ke negeri Syam sebagai tempat perkumpulan saat kiamat.
Negeri Syam yang dimaksud mencakup empat negara, yakni Suriah, Lebanon, Palestina, dan Yordania.
Menjelang hari kiamat, akan ada angin lembut yang mencabut nyawa setiap orang beriman. Hal itu membuat orang-orang mukmin tidak akan merasakan dahsyatnya hari akhir.
“Sesungguhnya Allah mengirimkan angin dari arah Yaman yang lebih lembut daripada sutra, angin itu tidak akan pernah meninggalkan seorang pun yang di dalam hatinya terdapat keimanan seberat biji sawi melainkan dia mencabutnya (mewafatkannya).” (HR. Muslim).
Berikut ini adalah beberapa tanda kiamat kecil yang sudah terjadi dan sepatutnya menjadi peringatan bagi umat muslim:
Tanda kiamat kecil yang pertama adalah diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW berikut:
“Aku diutus dan (jarak antara) hari kiamat (adalah) seperti dua jari ini (sangat dekat).” (HR Bukhari).
Dua jari yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah jari telunjuk dan jari tengah.
Wafatnya Nabi Muhammad SAW juga menjadi tanda kiamat kecil. Dalam hadis Auf bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda:
“Ingatlah (wahai Auf) ada enam (tanda) sebelum datangnya hari kiamat, kematianku…” (HR Bukhari).
Salah satu dari enam tanda kiamat kecil yang disebutkan Nabi Muhammad SAW dalam hadis Auf bin Malik adalah penaklukan atau pembebasan Baitul Maqdis.
Peristiwa ini sudah terjadi pada zaman Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 16 Hijriah atau 637 Masehi.
Khalifah Umar bin Khattab membebaskan Baitul Maqdis dari kezaliman penguasa Romawi tanpa peperangan.
Adapun Baitul Maqdis atau disebut juga Al-Quds merupakan wilayah di Palestina di dalamnya terdapat kompleks Masjidil Aqsa.
Tanda kiamat kecil lainnya adalah banyaknya fitnah dan pembunuhan. Fitnah dalam konteks ini berarti ujian keimanan, kekacauan, dan hoaks.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Kiamat tidak akan terjadi hingga banyaknya Al-Harj.” Para sahabat bertanya, “Apa itu Al-Harj?” Beliau menjawab, “Pembunuhan, pembunuhan.” (HR Muslim).
Banyaknya orang yang tidak amanah dan mengurus sesuatu yang bukan keahliannya juga termasuk tanda kiamat kecil.
Saat seorang Arab Badui bertanya kapan kiamat, Nabi Muhammad SAW menjawab:
“Apabila amanah telah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Sahabat bertanya, “Bagaimana disia-siakannya?” Beliau menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.” (HR Bukhari).
Pernahkah Anda merasa waktu berjalan sangat cepat? Itulah salah satu tanda kiamat kecil dalam Islam.
“Kiamat tidak akan tiba hingga waktu terasa berdekatan (semakin cepat). Setahun terasa seperti sebulan, sebulan terasa seperti sepekan, sepekan terasa seperti sehari…” (HR Tirmidzi).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Tidak akan tiba hari kiamat hingga harta menjadi banyak pada kalian, harta itu terus melimpah sehingga membingungkan pemiliknya siapakah yang mau menerima sedekah darinya, lalu seseorang dipanggil kemudian dia berkata, ‘Aku tidak membutuhkannya.’” (HR Bukhari).
Tanda kiamat kecil lainnya adalah orang-orang berlomba membangun gedung tinggi. Ini menjadi bukti bahwa banyak yang tunduk pada dunia dan mengumpulkan harta.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW berkata kepada Jibril ketika ia bertanya tentang waktu terjadinya kiamat:
“Akan tetapi, aku akan menyebutkan kepadamu tanda-tandanya… (lalu beliau menyebutkan, di antaranya) jika para pengembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan, maka itulah di antara tanda-tandanya.” (HR Bukhari).
Dalam riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Dan engkau menyaksikan orang yang tidak memakai sandal, telanjang lagi miskin yang mengembala domba, berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi.”
Sementara, dalam riwayat Imam Ahmad dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhu, beliau berkata:
“Wahai Rasulullah dan siapalah para pengembala, orang yang tidak memakai sandal, dalam keadaan lapar dan yang miskin itu?” Nabi Muhammad SAW menjawab, “Orang Arab.”
Zina dan minuman keras atau khmar yang merajalela juga menjadi tanda kiamat kecil dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah: diangkat ilmu, menguatnya kebodohan, diminumnya (secara terang-terangan) khamr (minuman keras) dan merajalelanya perzinaan.” (HR Bukhari).
Di antara tanda-tanda kiamat kecil adalah hilangnya ilmu dan kebodohan menyebar. Dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya menjelang datangnya hari kiamat akan ada beberapa hari di mana kebodohan turun dan ilmu dihilangkan.”
Hilangnya ilmu seiring dengan wafatnya para ulama yang memahami ilmu agama. Hal itu dijelaskan dalam hadis berikut:
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain.” (HR Bukhari).
Sumber: Inilah