Merasa Sudah Mentok di Kasus Ijazah Palsunya, Jokowi Kambinghitamkan SBY?

Merasa Sudah Mentok di Kasus Ijazah Palsunya, Jokowi Kambinghitamkan SBY

Oleh: Sholihin MS | Pemerhati Social dan Politik

Jokowi sebenarnya sudah tidak punya jalan keluar untuk pembelaan diri untuk membuktikan kalau ijazah palsunya itu asli, walaupun seluruh peluru untuk meng- cover-nya sudah dimuntahkan.

Jokowi telah mengancam UGM agar mengaku benar-benar telah meluluskan Jokowi, mengumpulkan lulusan UGM asli agar mengaku sebagai teman kuliahnya, meminta Pratikno untuk membuat (salinan) ijazah aslinya, menyuruh para termul (ternak-ternaknya) untuk membangun opini di masyarakat bahwa ijazah Jokowi asli dan menyerang para pengkritik ijazah Jokowi, dan meminta para pejabat antek-anteknya di pemerintahan agar merekayasa hukum dan berbagai aturan dan agar membela dan melindunginya secara politik

Tapi semua upaya itu rupanya telah gagal total. Tuntutan masyarakat yang antara lain diwakili oleh Roy Suryo dkk malah semakin intens bahkan dengan terus berbelit-belitnya pihak Jokowi dan terkesan menghindar untuk menunjukkan ijazah asli (palsunya), masyarakat semakin yakin kalau ijazah Jokowi memang palsu.

Walaupun Polri mencoba untuk mengintimadasi Roy Suryo dkk dengan cara mentersangkakannya, tapi kebenaran kepalsuan ijazah Jokowi sudah tidak mungkin ditutup-tutupi lagi.

Entah ide apa yang ada di benak Jokowi dan para pendukungnya, mengapa tiba-tiba persoalan ijazah palsu menyasar ke SBY ?.

Seolah tidak ada angin dan tidak ada hujan, tiba-tiba SBY jadi “tertuduh” di kasus ijazah Jokowi? Tentu saja, tuduhan itu dibantah SBY dan bahkan Partai Demokrat akan membuat somasi.

Walaupun tuduhan itu agak tidak masuk akal, tapi semuanya harus dibuktikan secara fakta dan hukum.

Bisa jadi, Jokowi hanya sedang mencari kambing hitam, melempar kesalahan kepada pihak lain, dan menghindari terkena hukum (an).

Setelah penolakan keterlibatab SBY dalam kasus ijazah pslsu, saat ini, pertahanan Jokowi hanya mengandalkan tiga pihak :

Pertama, perlindungan dari oligarki taipan

Namun para oligarki taipan selalu melihat ke mana arah angin bertiup, jika saja rakyat mulai mengejar Jokowi dan Jokowi bakal menjadi pesakitan, para oligarki taipan pasti akan berbalik meninggalkan Jokowi.

Kedua, para kaki tangannya yang berada di pemerintahan, terutama para penegak hukum bajingan yang sudah terbeli oleh segepok amplop

Sebenarnya kekuasaan mereka di bawah Presiden، jika saja Presiden orang yang berintegritas dan punya nyali, para penegak hukum bajingan bisa saja dibuang.Sayang, presiden saat ini menjadi bagian dari kejahatan Jokowi.

Ketiga, Para jenderal hitam dan kekuatan PKI gaya baru yang selalu bergerak di bawah permukaan. Mereka ini sangat kejam dan hanya bisa dilawan dengan kekuatan resmi pemerintah.

Di zaman pemerintahan Soeharto, kekuatan komunis bisa ditekan sedalam-dalamnya. Tapi sekarang justru kekuatan komunis sengaja dipelihara.

Suatu saat Jokowi pasti terjatuh, sebagaimana kedzaliman PM Malaysia Najib Razak juga ada akhirnya bahkan dihukum 165 tahun.

Semoga kehancuran Jokowi dan Gengnya bisa segera terwujud! ***

Artikel terkait lainnya