6 Fakta Wali Kota Medan Kembalikan 30 Ton Beras Bantuan UEA, Nomor 6 Jadi Alasan Utama!

DEMOCRAZY.ID – Pemerintah Kota Medan resmi mengembalikan bantuan kemanusiaan sebanyak 30 ton beras, serta paket logistik lainnya dari Uni Emirat Arab (UEA). Bantuan itu sedianya untuk korban banjir medan.

Keputusan mengejutkan ini diambil menyusul arahan Pemerintah Pusat agar penanggulangan bencana di wilayah Sumatera dikelola sepenuhnya secara mandiri oleh kekuatan dalam negeri.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengatakan keputusan pengembalian bantuan dari UEA dilakukan setelah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pertahanan terkait regulasi pemerintah pusat.

“Kita sudah cek tentang regulasi dan penyampaian. Kita cek BNPB juga, dan Kementerian Pertahanan bahwasanya memang melalui koordinasi semua, ini tidak diterima dulu,” jelas Rico kepada wartawan, Kamis (18/12/2025).

Berikut ini 6 fakta Wali Kota Medan kembalikan bantuan 30 Ton Beras dari UEA:

1. Tak Cuma Bantuan Beras yang Dikembalikan

Selain bantuan 30 ton beras dari UEA, bantuan lainnya yang diberikan Pemkot Medan meliputi 300 paket sembako, 300 paket perlengkapan Bayi, dan 300 paket perlengkapan ibadah.

2. Sosok yang Menyerahkan dan Mengembalikan

Bantuan diserahkan oleh Wakil Duta Besar UEA, Shaima Al Hebsi dalam jumlah besar di Posko Gedung PKK, Medan Petisah, Sabtu 13 Desember 2025.

Namun, dikembalikan oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

3. Kepatuhan terhadap Regulasi

Wali Kota Rico Waas menekankan bahwa langkah pengembalian bantuan dari UEA berdasarkan arahan Pemerintah Pusat.

Instruksi tersebut menetapkan seluruh bantuan bencana di wilayah Sumatera agar dikelola secara mandiri tanpa melibatkan pihak asing untuk saat ini.

4. Bantuan Dikembalikan dalam Kondisi Utuh

Pemerintah Kota Medan (Pemkot) memastikan seluruh bantuan logistik yang diterima belum sempat didistribusikan ke masyarakat.

Semua barang disimpan dengan baik dan dikembalikan dalam kondisi lengkap sesuai mekanisme teknis dari UEA.

5. Tetap Menjaga Hubungan Diplomatik

Meskipun bantuan fisik dikembalikan, Pemkot menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah UEA.

Apresiasi tersebut secara khusus ditujukan kepada Wakil Duta Besar UEA, Shaima Al Hebsi, atas kepeduliannya terhadap warga Medan.

Langkah pengembalian ini murni masalah prosedur administratif dan koordinasi antar-lembaga pemerintah, bukan bentuk penolakan terhadap niat baik negara sahabat.

6. Pernyataan Prabowo ‘Kami Mampu’

Pengembalian bantuan dilakukan untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan instruksi Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto.

Dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025), Prabowo menyatakan bahwa meski menerima tawaran bantuan dari sejumlah negara sahabat, Indonesia dinilai mampu menangani bencana banjir dan longsor di Sumatera secara mandiri.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya