DEMOCRAZY.ID – Petaka menghampiri Tim Nasional Paraguay di ajang Piala Dunia 2026.
Bintang andalan mereka, Miguel Almirón, harus mandi lebih cepat usai diganjar kartu merah langsung saat melawan Turki pada laga lanjutan Grup D di Santa Clara, Jumat (19/6) malam waktu setempat.
Menariknya, kartu merah ini bukan diberikan karena tekel keras atau pelanggaran fisik, melainkan karena Almirón melanggar aturan baru FIFA yang melarang keras pemain menutup mulut saat berbicara dengan lawan di atas lapangan.
Insiden langka ini terjadi pada masa injury time babak pertama.
Almirón tertangkap kamera menutupi mulutnya dengan tangan saat sedang berbicara atau beradu argumen dengan bek Turki, Mert Müldür.
Wasit yang memimpin jalannya laga langsung bertindak tegas dengan mencabut kartu merah untuk gelandang serang asal klub Atlanta United tersebut.
Kartu merah ini datang di saat yang sangat krusial bagi skuad La Albirroja.
Pasalnya, saat insiden terjadi, Paraguay tengah memimpin jalannya laga dengan skor 1-0 berkat gol cepat Matías Galarza pada menit kedua.
👇👇
✅ BIEN EXPULSADO 🇵🇾 EN EL MUNDIAL 2026 🚨
Almirón 🇵🇾 se convirtió en uno de los primeros futbolistas sancionados bajo la nueva normativa que castiga el hecho de taparse la boca durante una confrontación o intercambio con un rival.
El VAR llamó al profe Iván Barton 🇸🇻 para… pic.twitter.com/VlfeYwIzfS
— Rodrigo Velis (@Rodri_velis) June 20, 2026
Hukuman aneh yang menimpa Almirón ini sejatinya merupakan imbas dari penegakan aturan baru yang baru saja diperkenalkan oleh FIFA pada bulan April lalu.
Regulasi larangan menutup mulut ini dibuat secara khusus menyusul rentetan insiden pelecehan rasial di lapangan hijau.
Aturan ini dipicu oleh kasus yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Jr, di ajang Liga Champions.
Saat itu, winger Benfica, Gianluca Prestianni, kedapatan menutupi mulutnya saat melontarkan kata-kata pelecehan rasial kepada Vinicius.
Akibat ulahnya tersebut, Prestianni dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak enam laga, dan FIFA langsung mengambil langkah preventif dengan meresmikan larangan gestur tutup mulut secara global.
Piala Dunia 2026 sejauh ini menjadi turnamen yang penuh warna sekaligus drama bagi seorang Miguel Almirón.
Sebelum insiden pengusiran ini, ia juga sempat menerima kartu kuning saat melawan Amerika Serikat pada Jumat pekan lalu setelah VAR membuktikan dirinya melakukan diving di kotak penalti.
Akibat kartu merah konyol ini, Almirón dipastikan absen pada laga krusial pamungkas babak penyisihan Grup D melawan Australia di Santa Clara pada hari Kamis mendatang.
Meski begitu Paraguay akhirnya mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan tersebut menjaga peluang tim asuhan Gustavo Alfaro untuk lolos ke fase gugur.
Sumber: Inilah