Ribut Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai, Ini Satu-Satunya Cara Jitu Tuntaskan Perdebatan!

DEMOCRAZY.ID – Perdebatan panjang mengenai dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, hingga kini belum menemukan titik terang.

Alih-alih terus beradu opini di media sosial yang tidak membuahkan hasil, muncul usulan agar masalah ini diselesaikan dengan cara ilmiah dan objektif.

Usul Uji Lab oleh Pihak Netral

Sosiolog Hukum dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Ciek Julyati Hisyam, menyarankan agar dokumen ijazah yang dipersoalkan dibawa ke laboratorium yang benar-benar netral.

Menurutnya, hasil pemeriksaan dari pihak luar yang tidak memiliki kepentingan politik adalah jalan terbaik agar hasilnya bisa dipercaya oleh masyarakat.

“Harus dilakukan oleh laboratorium independen. Dokumennya dibawa ke sana,” kata Ciek.

Pertanyakan Sumber Dokumen

Selain soal laboratorium, Ciek juga menyoroti asal-usul dokumen ijazah yang pernah diunggah oleh Juru Bicara PSI, Dian Sandi Utama.

Ia merasa perlu ada penjelasan terbuka mengenai dari mana dokumen tersebut berasal.

“Dian Sandi punya ijazah itu dari mana? Dia dapat dari siapa? Ini harus dijelaskan,” ujar Ciek.

Ciek mengusulkan agar dokumen yang diunggah oleh pihak PSI tersebut dibandingkan langsung dengan dokumen ijazah yang selama ini disimpan oleh Jokowi.

Ia berharap, jika kedua dokumen tersebut diperiksa secara bersamaan, kebenaran masalah ini akan terungkap dengan jelas.

Pentingnya Pihak yang Benar-Benar Independen

Ciek juga menekankan bahwa pemeriksaan ini sebaiknya tidak dilakukan oleh lembaga dalam negeri saja.

Ia mengaku khawatir akan adanya keberpihakan atau konflik kepentingan jika verifikasi hanya dilakukan oleh lembaga lokal.

“Yang menyimpan dokumen kan Pak Jokowi. Ayo keluarkan, lalu periksa keduanya. Selesai masalahnya. Tapi harus oleh pihak yang benar-benar independen,” lanjut Ciek.

Ia berharap langkah ini bisa segera diambil agar masyarakat tidak terus-menerus disuguhi perdebatan yang tidak ada ujungnya.

Menurutnya, dengan cara ilmiah yang terbuka dan netral, semua pihak bisa menerima hasilnya dengan kepala dingin, sehingga polemik ini bisa segera diakhiri.

Artikel terkait lainnya