Rakyat Tagih Janji Manis 19 Juta Lapangan Kerja, Gerindra Pasang Badan Klaim MBG Sudah Sumbang 1,3 Juta Loker!

DEMOCRAZY.ID – Di tengah sorotan publik mengenai realisasi janji penciptaan jutaan lapangan kerja oleh pemerintah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat sebagai salah satu solusi tak terduga.

Partai Gerindra pasang badan dan menegaskan bahwa program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini bukan sekadar kebijakan pemenuhan nutrisi, melainkan juga motor penggerak ekonomi yang berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, mengungkapkan bahwa peluang kerja massal ini tercipta melalui operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

Menurut kalkulasi internal, setiap titik dapur MBG membutuhkan puluhan tenaga kerja lokal.

Jika diakumulasikan dengan target total dapur yang akan dibangun, maka potensi serapan lapangan pekerjaan baru diproyeksikan mampu menembus angka di atas satu juta orang.

“Dari MBG saja bisa menyumbang tenaga kerja, karena kalau saya nggak salah setiap dapur itu kurang lebih 50 orang di SPPG, ya. Kalau kurang lebih 50 orang dikali 27 ribu dapur, artinya ada hampir 1,3 juta orang,” ujar Bahtra, dikutip dari Antara, Rabu (1/7/2026).

Setara Sektor Industri Besar, Sayangkan ‘Framing’ Negatif

Bahtra menilai angka penyerapan hingga 1,3 juta tenaga kerja tersebut merupakan pencapaian masif yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Skala penyerapan ini bahkan disebut setara dengan kapasitas padat karya di sektor industri manufaktur besar maupun pabrik-pabrik berskala nasional.

Oleh karena itu, ia menyayangkan narasi yang berkembang di ruang publik saat ini, yang dinilainya terlalu fokus pada dinamika teknis di lapangan ketimbang melihat dampak multiplikasi ekonomi (multiplier effect) yang dihasilkan.

“Kita lihat selama ini kan bagaimana pengelolaan MBG yang dianggap carut-marut, bagaimana pengelolaan MBG yang dianggap kurang tepat sasaran. Padahal, di sana banyak sekali kemanfaatannya yang perlu dicermati oleh teman-teman,” sesalnya.

Klaim Didukung Data Survei Terbaru

Untuk memperkuat argumennya, Bahtra memaparkan hasil riset terbaru yang dirilis oleh Pusat Polling (Puspoll) Indonesia.

Berdasarkan survei nasional yang digelar pada periode 18-26 Mei 2026 tersebut, mayoritas masyarakat justru memberikan respons positif terhadap kebijakan ini.

Data Puspoll menunjukkan bahwa sebanyak 55,5 persen responden menyatakan mendukung penuh pelaksanaan program MBG.

Menariknya, program pemenuhan gizi ini bertengger sebagai salah satu kebijakan pemerintah yang dinilai paling konkret dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di akar rumput.

Bagi Gerindra, temuan ini menjadi bukti valid adanya jurang pemisah antara riuh rendah kritik di media sosial dengan realitas persepsi masyarakat luas.

“Berarti kalau begitu, itu tidak sesuai dengan framing publik yang kita lihat hari ini yang sangat masif; bahwa MBG harus diberhentikan, MBG manfaatnya sangat kecil bagi rakyat banyak. Hasil survei menunjukkan justru ini yang menjadi salah satu indikator kinerja pemerintahan Presiden Prabowo,” pungkas Bahtra.

Artikel terkait lainnya