Plot Twist Tergokil! Anggota DPRD Bangkalan Malah Cengar-Cengir Saat Didemo Anak Kandung Sendiri

DEMOCRAZY.ID – Momen tak biasa terjadi saat aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor DPRD Bangkalan.

Seorang anggota DPRD Bangkalan ternyata didemo oleh anak kandungnya sendiri yang ikut berorasi dalam aksi tersebut.

Peristiwa itu viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak seorang mahasiswa berdiri di atas mobil sound system sambil menyampaikan orasi.

Sementara itu, seorang anggota dewan berbaju kuning kunyit terlihat tersenyum menahan tawa ketika mengetahui orator tersebut adalah putranya sendiri.

Anggota DPRD Bangkalan dari Partai NasDem, Mohammad Syukur, membenarkan bahwa sosok dalam video tersebut adalah dirinya.

Ia mengaku tidak mengetahui jika anaknya juga ikut dalam aksi unjuk rasa tersebut.

“Kalau nggak salah demonya hari Senin (18/5). Waktu itu saya ikut menemui pendemo di belakang ketua DPRD Bangkalan. Tapi tidak tau kalau anak saya mau berorasi,” Kata Syukur, Jumat (22/5/2026).

Syukur mengaku sebenarnya sudah menduga putranya kemungkinan ikut dalam aksi tersebut karena aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Bahkan, sebelum demo berlangsung, ia sempat mencoba menghubungi anaknya.

“Waktu mendengar info akan ada demo, saya menghubungi anak saya sejak siang sampai malam hari nggak diangkat, WA nggak dibalas,” ujarnya.

Video di Akhir Artikel

Awalnya, Syukur tidak menyadari bahwa salah satu orator dalam aksi tersebut adalah anaknya sendiri.

Ia baru mengetahui setelah putranya naik ke atas mobil sound system untuk berorasi.

“Awalnya nggak lihat, soalnya dia pakai sweater yang ada tutup kepalanya itu. Tahunya setelah dia (putranya) naik di atas mobil sound system dan berorasi, nah di situ spontan teman (dewan) saya mendorong saya maju hingga seolah berhadapan,” imbuhnya.

Suasana semakin ramai ketika mahasiswa lain mengetahui momen tersebut.

Syukur mengaku sempat menjadi sasaran candaan rekan-rekannya sesama anggota DPRD hingga akhirnya memilih masuk ke dalam gedung.

“Memang saya tak bisa menahan senyum karena gojlokan (bercandaan) teman anggota lainnya. Sampai saya memilih masuk biar tidak mengganggu konsentrasi anak saya yang berorasi,” bebernya.

Sebagai orang tua, Syukur mengaku tidak pernah melarang anaknya aktif berorganisasi.

Menurutnya, pengalaman berorganisasi menjadi bekal penting bagi generasi muda selama dilakukan secara positif.

“Selama memberikan dampak manfaat saya bebaskan anak saya berorganisasi. Ya kalaupun mau demo, pesan saya jangan sampai bikin kericuhan,” tandasnya.

Sementara itu, putranya, Rohmatulloh Siddik atau Adit, mengaku tetap bersikap profesional meski harus berhadapan dengan ayahnya yang merupakan anggota DPRD.

“Sempat canggung sedikit, tapi tetap harus profesional menyampaikan aspirasi masyarakat. Demi profesionalitas itu saya di sengaja tidak (angkat telepon orang tua) pegang HP,” kata mahasiswa yang akrab disapa Adit ini.

Mahasiswa semester 6 Institut Syaichona Mohammad Cholil itu mengatakan, hanya beberapa rekannya yang mengetahui identitas ayahnya sebagai anggota DPRD.

“Sebenarnya tidak banyak yang tau identitas orang tua saya, cuma karena celetukan itu akhirnya jadi ramai,” pungkasnya.

Diketahui, aksi demonstrasi mahasiswa tersebut berlangsung di Kantor DPRD Bangkalan pada Senin (19/5).

Dalam aksi itu, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan di Kabupaten Bangkalan, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), infrastruktur jalan, persoalan sampah, hingga parkir berlangganan.

👇👇

Sumber: Detik

Artikel terkait lainnya