Pembunuh Nus Kei Ternyata Atlet Berprestasi, Kerap Raih Medali Emas

DEMOCRAZY.ID – Salah satu pembunuh Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Hendrikus Rahayaan ternyata atlet berprestasi.

Hendrikus Rahayaan ditangkap Polres Maluku Tenggara usai menusuk Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku pada Minggu (19/4/2026).

Saat ini Polisi diinformasikan telah mengamankan dua terduga pelaku yakni Hendrikus Rahayaan dan dan Finansius Ulukyanan.

Salah satu pelaku Hendrikus Rahayaan ternyata merupakan seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA).

Hendrikus Rahayaan bahkan merupakan atlet MMA berprestasi.

Tercatat di tahun 2024 lalu, Hendrikus Rahayaan pernah mendapatkan perunggu dalam kick boxing di nomor Low Kick 63.5 kg Putra saat PON XXI yang digelar di Aceh dan Sumatra Utara.

Selain itu mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang itu juga berhasil meraih medali emas dalam kompetisi Super Fight Muaythai–K1–Kyokushin SLC Cup yang digelar di Fairway Nine Mall, Surabaya.

Kompetisi bergengsi tersebut diikuti oleh puluhan atlet fighting dari berbagai daerah di Indonesia, dengan mayoritas peserta berasal dari Jawa Timur.

Di tengah ketatnya persaingan, Hendrikus tampil impresif hingga melaju ke partai final dan berhasil menang poin atas lawannya dari Sasana Bhayangkara Semarang.

Mahasiswa Fakultas Hukum UNTAG Semarang itu dikenal sebagai mahasiswa berprestasi di bidang olahraga.

Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari Program Road to Japan, yang merupakan kelanjutan dari skema reward internasional bagi atlet berprestasi.

Bahkan nama Hendrikus disebut oleh Universitas telah mengharuskan nama kampus.

Hal itu ditulis oleh akun resmi Humas UNTAG pada tahun Januari 2026 lalu.

“Hendrikus memang dikenal sebagai atlet yang konsisten mengikuti berbagai kejuaraan fighting, mulai dari muaythai, boxing, hingga kick boxing,”

“Berkat dedikasi dan disiplin tinggi, ia telah berulang kali meraih gelar juara di berbagai ajang, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNTAG Semarang untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama almamater di berbagai bidang,” tulis unggahan.

Pada tahun lalu Hendrikus Rahayaan juga menorehkan prestasi dalam Kejuaraan Muaythai Open Se-Jawa yang berlangsung di GOR Universitas Semarang, Sabtu (26/4/2025).

Dalam kelas Senior Elite 63,5 kg fighter yang dijuluki “Kei Bad Boy” itu berhasil mengalahkan petarung dari kontingen Tangerang, menegaskan dominasinya di olahraga pertarungan jarak dekat itu.

Sebagai anggota aktif Paguyuban Rambo Muaythai yang bermarkas di Semarang, Hendrikus menunjukkan dedikasi dan semangat juang tinggi.

Sebelumnya, ia juga tampil apik di beberapa pertandingan dalam ajang One Pride MMA, memperkuat reputasinya sebagai fighter tangguh level nasional.

Bukan hanya itu Hendrikus juga sempat membawa pulang dua medali emas dalam ajang bergengsi Semarang Fight Night 4 “Ring of Celebration” yang digelar di Atrium Utama Tentrem Mall Semarang pada September tahun 2025 lalu.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Olympus Fight Club (organisasi pelatihan beladiri yang berbasis di Semarang) ini mempertemukan para fighter berbakat dari berbagai daerah dan bahkan mancanegara.

Tercatat Hendrikus pernah berlaga di ajang One Pride MMA, sebuah program tarung prestisius yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi nasional.

Diketahui Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei dibunuh saat tiba di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku.

Peristiwa penikaman Nus Kei terjadi sesaat setelah dirinya tiba di bandara itu dari Jakarta pada Minggu (19/4/2026) jelang siang.

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi mengungkap motif dibalik aksi penikaman pada Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Terkait motif penikaman, AKBP Rian menyebut pelaku menikam Nus Kei karena memiliki dendam lama.

“Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu,” kata AKBP Rian, dilansir Tribun Palu, Senin (20/4/2026).

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya