Geger Karpet Masjid Jadi Alas Panggung HUT RI, Camat di Sultra Langsung Beri Klarifikasi!

DEMOCRAZY.ID – Camat Mawasangka, Imaduddin di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra), meminta maaf terkait penggunaan karpet bermotif masjid sebagai alas panggung pejabat dan tamu undangan saat upacara HUT Ke-81 RI.

Dia menegaskan karpet tersebut milik desa dan tidak digunakan di masjid.

“Kalaupun dianggap satu kekhilafan, tentu pemerintah kecamatan, baik saya secara pribadi maupun pemerintah kecamatan, menyampaikan permohonan maaf,” kata Imaduddin kepada wartawan, Selasa (18/7/2026).

Dia mengatakan karpet tersebut digunakan sebagai alas semata-mata untuk memberikan kenyamanan kepada tamu undangan selama pelaksanaan upacara.

Dia tak menampik banyak pihak yang tidak nyaman dengan penggunaan karpet tersebut.

“Tanpa pretensi lain ataupun niat lain, di samping menyampaikan permohonan maaf, Insyaallah saya akan menyampaikan juga bahwa kami hanya berpikir dari aspek bagaimana pelaksanaan HUT RI tahun ini,” ujarnya.

Dia mengaku pelaksanaan upacara HUT RI tahun ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai camat.

Dia kembali menegaskan bahwa penggunaan karpet tersebut bertujuan untuk kenyamanan tamu undangan.

“Kebetulan kami baru perdana jadi camat melaksanakan kegiatan yang besar ini, kami berpikir demi kenyamanan tamu undangan,” imbuhnya.

Kendati demikian, pihaknya memastikan bahwa karpet sudah tidak digunakan lagi di masjid. Karpet itu diambil dari inventaris Desa Kanapa-Napa.

“Karpet yang kami gunakan itu kami pinjam dari Desa Kanapa-Napa,” ungkapnya.

Diketahui, pemerintah Kecamatan Mawasangka menuai sorotan usai menggunakan karpet bermotif masjid sebagai alas panggung saat upacara HUT Ke-81 RI di Desa Kanapa-Napa, pada Senin (17/8).

Karpet yang diinjak-injak pejabat dan tamu undangan itu kemudian viral di media sosial.

“Jadi karpet yang saya pinjam itu sudah tidak dipakai lagi di masjid,” kata Imaduddin kepada wartawan, Selasa (18/8).

Artikel terkait lainnya