Calon Presiden Prancis Jean-Luc Mélenchon: Israel Negara Paling Berbahaya, Sumber Kekacauan!

DEMOCRAZY.ID – Jean-Luc Mélenchon, pemimpin partai sayap kiri La France Insoumise (LFI), baru-baru ini mengonfirmasi pencalonannya untuk pemilihan presiden Prancis tahun 2027.

Dalam pernyataannya pada Mei 2026, ia menegaskan posisi kebijakan luar negerinya yang kontroversial:

Kebijakan Terhadap NATO

Mélenchon secara konsisten menyerukan agar Prancis keluar dari NATO. Ia mengatakan:

“NATO hanya berguna untuk satu hal: menempatkan kita di bawah pengawasan Amerika Serikat.

Menjaga jarak dari NATO adalah garis sejarah Prancis. Kami telah mengusir pangkalan-pangkalan Amerika dari negara kami. Sebelum Tuan Sarkozy pada 2007, tidak ada yang pernah terpikir untuk kembali bergabung dengan komando terpadu NATO.

Kami akan melakukannya secara bertahap. Kami akan mulai dengan keluar dari komando terpadu dan menjaga jarak dari semua peralatan bersama dengan tentara Amerika.”

Sikap Terhadap Israel dan Gaza

Pernyataan Mélenchon mengenai Israel telah memicu perdebatan sengit di panggung internasional:

  • “Negara Paling Berbahaya”: Ia menyebut Israel sebagai negara paling berbahaya di kawasan saat ini dan menuduhnya sebagai pemicu ketegangan regional.
  • Tuduhan Genosida: Ia secara eksplisit menuduh pemerintahan Benjamin Netanyahu melakukan “genosida” di Gaza. Ia menyebut pemerintahan Netanyahu sebagai “organisasi kriminal”.
  • Embargo Senjata: Ia menyerukan penghentian penjualan senjata ke Israel dan mendesak Eropa untuk menghentikan kolaborasi dengan pemerintahan Netanyahu.

Pencalonan Mélenchon yang keempat ini didasarkan pada visi untuk menjauhkan Prancis dari konflik global yang ia anggap didorong oleh kepentingan imperialis AS dan Israel.

Namun, posisinya ini terus menuai kritik tajam, termasuk tuduhan antisemitisme dari lawan politiknya di Prancis.

👇👇

Artikel terkait lainnya