AS Menawarkan Hadiah 10 Juta Dolar untuk Informasi Tentang Abu Waala al Wa’eli, Siapa Dia?

DEMOCRAZY.ID – Amerika Serikat mengumumkan hadiah sebesar 10 juta dolar AS (Rp172,9 miliar) untuk informasi yang dapat mengarah pada penangkapan Hashim Finyan Rahim al-Saraji, alias Abu Waala al Wa’eli, pemimpin milisi yang bersekutu dengan Iran di Irak.

Mengutip NDTV, Wa’eli merupakan sekretaris jenderal Kata’ib Sayyid al-Shuhada (KSS), milisi Irak yang didukung serta bersekutu secara ideologis dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Pengumuman ini muncul saat AS meningkatkan tekanan terhadap milisi pro-Iran di Irak, dengan tujuan mendorong Irak menunjuk perdana menteri baru yang diharapkan dapat mengambil langkah lebih tegas dalam mengendalikan kelompok tersebut.

Selama satu dekade terakhir, milisi ini telah melakukan berbagai serangan terhadap pasukan dan diplomat AS di Irak.

Dalam perang yang sedang berlangsung di Iran, kelompok tersebut meningkatkan intensitas serangan hingga hampir 1.000 kali, termasuk terhadap Arab Saudi.

Pernyataan dari program Rewards for Justice milik Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (24/4/2026) menyebutkan bahwa KSS bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil Irak serta serangan terhadap fasilitas diplomatik dan personel AS di Irak dan Suriah.

Departemen Luar Negeri juga menyatakan bahwa pemberi informasi berpotensi mendapatkan imbalan dan relokasi.

PEMIMPIN MILISI IRAK – Tangkap layar X Rewards for Justice memperlihatkan pengumuman penawaran hadiah 10 juta dolar untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Abu Waala al Wa’eli. Wa’eli merupakan pemimpin milisi pro-Iran di Irak yang terlibat dalam serangan terhadap kepentingan AS.

Wa’eli sebelumnya menyatakan dukungan terhadap gerakan Houthi dan pernah mengatakan bahwa KSS merupakan bagian dari kelompok tersebut, menurut Counter Extremism Project.

Mengingat peran KSS dalam memajukan kepentingan Iran di kawasan serta kampanye berkelanjutan mereka melawan pasukan AS di Irak dan Suriah, Departemen Luar Negeri AS menetapkan Wa’eli sebagai Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus pada 17 November 2023.

Siapa Abu Waala al Wa’eli?

Mengutip CNBC TV18, Abu Waala al Wa’eli lahir pada 1 Juli 1960 di Baghdad, Irak.

Sebelum bergabung dengan KSS, Wa’eli merupakan anggota Kata’ib Hezbollah (KH), milisi Syiah anti-Amerika yang beroperasi di Irak dan juga aktif di Suriah.

Aktivitasnya saat menjadi anggota KH dilaporkan menyebabkan ia ditangkap dan dipenjara di AS hingga dibebaskan pada 2010.

Pada awal perang saudara Suriah pada awal 2010-an, anggota KH dari sayap Abu Hussein dan Abu Fadak membentuk KSS, dan Wa’eli kemudian bergabung.

KSS memperluas kehadirannya di Irak setelah ISIS menguasai wilayah tersebut pada 2014.

Para pejuangnya tergabung dalam Brigade ke-14 Komite Mobilisasi Populer (PMC), yang merupakan bagian dari pasukan keamanan Irak.

KSS mengikuti arahan Pasukan Quds (IRGC-QF), unit elit IRGC yang mengoordinasikan dukungan Iran kepada kelompok proksi di luar negeri.

Wa’eli diketahui menjalin kontak dengan sejumlah komandan kunci, termasuk almarhum Qasem Soleimani, komandan IRGC.

Ia juga pernah menyatakan bahwa pejuangnya siap dikerahkan ke Yaman untuk mendukung pasukan Houthi.

Setelah kematian Soleimani pada 2020, Wa’eli termasuk di antara pemimpin milisi yang bersekutu dengan penggantinya, Ismail Ghaani.

Pada Oktober 2023, setelah Israel melancarkan perang besar di Gaza, KSS menjadi bagian dari Perlawanan Islam di Irak (IRI), koalisi milisi pro-Iran yang melakukan puluhan serangan terhadap pasukan AS di Irak dan Suriah.

Lebih dari 100 serangan tercatat hingga Januari 2024.

Kedekatan Wa’eli dengan para pemimpin senior IRGC-QF menunjukkan bahwa KSS memainkan peran penting dalam operasi Iran di Suriah dan Irak.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya