DEMOCRAZY.ID – Beredar kabar Pangkopassus Letjen Djon Afriandi mengamuk usai disemprot Presiden Prabowo Subianto, di istana.
Yang mengejutkan, kabar tersebut menyebutkan, Djon Afriandi yang telah naik pitam, langsung menampar ajudan Prabowo.
Berdasarkan informasi yang beredar dari laman Threads, dikatakan peristiwa tersebut terjadi beberapa hari lalu.
Saat itu, Pangkopassus Letjen Djon Afriandi dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prabowo, dengan durasi selama 30 menit.
“Singkat cerita, Djon Afriandi datang ke istana, dan yang mengatur tamu untuk ketemu Presiden, termasuk protokoler, yah si bunted,” tulis keterangan di Threads, dikutip Minggu (19/4/2026).
Tetapi, setibanya di lokasi, Djon Afriandi disuruh menunggu di ruang tamu. Dengan patuh, dirinya pun menunggu.
“Menurut ordal ini, Pangkopassus nunggu sampai 20 menitan dan sisa waktu tinggal 5-10 menit tapi masih belum diminta masuk, sampai tiba-tiba Prabowo keluar dari ruang kerjanya,” ungkapnya.
Melihat Djon Afriandi duduk di ruang tunggu, Presiden meradang.
“Ditegur keraslah sama Prabowo: Kau gimana ada janji bertemu saya malah duduk duduk disitu, jendral apa kau!,” terangnya.
Sergahan Presiden masih berlangsung hingga di ruang kerjanya.
Mendapat omelan karena perintah menunggu, kontan membuat Djon Afriandi berang.
“Siap bapak Presiden,” ungkapnya.
Usai pertemuan dengan Presiden, Djon Afriandi merasa kalap dan akhirnya mengamuk.
Dia mencari ajudan Presiden itu dan tanpa banyak basa basi langsung menampar wajahnya.
“Keluar ruangan dengan muka merah, Djon Afriandi langsung cari si bunted. Begitu ketemu tanpa basa basi langsung digampar sambil bilang, ‘kamu anak kecil mainin saya hah!’,” ungkapnya.
Dalam unggahan tersebut, ajudan yang disebut bunted dikatakan berasal dari Kopassus dan merupakan junior Djon Afriandi.
“Kejadian ini tidak banyak yang tahu.. Konon, cuma sampai di ring 1 istana, dan pati elit TNI (jenderal-jenderal),” sambungnya.
Meski demikian, informasi Threads ini masih belum terkonfirmasi.
Saat berita ini diturunkan, tim redaksi masih belum berhasil mendapatkan keterangan dari Pangkopassus Letjen Djon Afriandi.
Juga belum diketahui, siapa sosok ajudan Presiden yang disebut dengan panggilan bunted dan kena tampar tersebut.
Untuk diketahui, Djon Afriandi merupakan lulusan terbaik Akmil 1995.
Karir militernya dimulai dari Danton 3/2 Batalyon 13 Grup 1/Kopassus pada tahun 1997.
Dia juga pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, dan Komandan Grup 1 Kopassus, Wakil Komandan Grup A Paspampres dan Komandan Grup A Paspampres.
Sebelum menjadi Danjen Kopassus, dia dipercaya untuk menjadi Komandan Resimen Taruna (Danmentar) Akmil (2022-2023).
Dia dilantik menjadi Danjen Kopassus pada 8 Maret 2024, yang kemudian bertransisi menjadi Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) dengan pangkat Letnan Jenderal, pada 2025.
👇👇
Ada yang bilang bukan syafri, tap Dankopassus
Mudah2an ini beneran ya https://t.co/hOPNP6aD3m pic.twitter.com/uCgOnZhMSy— ꦩꦸꦂꦠꦝ (@MurtadhaOne1) April 19, 2026