DEMOCRAZY.ID – Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu, Ade Darmawan mengaku pernah melihat langsung ijazah S1 milik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Hal tersebut diungkapkan Ade saat bersaksi di persidangan lanjutan terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa terkait kasus dugaan fitnah ijazah Jokowi.
Berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (29/10/2026).
Mulanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya ke Ade apakah pernah melihat langsung ijazah asli Jokowi.
“Saudara pernah melihat ijazah asli Pak Jokowi?,” ujar jaksa.
Ade tak menjawab gamblang.
Dia mengaku pernah melihat, tapi jaraknya jauh.
Dia mengaku melihatnya langsung saat gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya.
“Kalau ijazah asli Pak Jokowi, kalau saya melihat secara dekat, tidak. Tapi di dalam gelar perkara, saya melihat, tapi agak jauh ya, saya ikut gelar perkara, tapi diusir sama Mbak Tifa,” ucap Ade.
JPU pun mendalami jawaban Ade.
Mempertegas, apakah pernah atau tidak melihat langsung ijazah dimaksud.
“Oh, Anda melihat itu ya?” tanya jaksa.
“Iya, saya melihat. Yang sesi pertama,” timpal Ade.
Setelah ditanyai jaksa, hakim turut mencecar Ade.
Menanyakan, apakah yang dilihatnya asli atau tidak.
“Ini yang tadi yang ditanya kan ijazah asli. Itu asli atau tidak?” tanya hakim.
“Asli, karena itu dalam gelar perkara, Yang Mulia. Ada dua ijazah yang ditampilkan, yaitu SMA dan S1. Dan saya analisis,” ucap Ade
Di persidangan itu, Ade juga menceritakan bagaimana tanggapan Jokowi terkait ijazahnya yang dipersoalkan.
“Saat bertemu, saya cuma tanya seperti apa Bapak? Bapak cuma menjawab, ‘Yang kuliah saya, yang sekolah saya, kok yang menuduh palsu orang lain’,” ungkapnya.
Bahkan, Ade mengklaim Jokowi merasa difitnah.
“Bapak merasa difitnah dan saya rasa sakit hati sih kalau melihat dari raut wajah. Saya rasa dokter Tifa paling jago tuh baca raut wajah kan,” tutupnya.